Mampukah Indonesia Bertahan Melawan Upaya Jeratan Kaum Capitalis

Mampukah Indonesia Bertahan Melawan Upaya Jeratan Kaum Capitalis

Mampukah Indonesia Bertahan Melawan Upaya Jeratan Kaum Capitalis - Indonesia Negara yang multikultur,Negara dengan Suber Daya Alam yang sangat melimpah ruah, mulai dari mineral,gas,air sampai minyak bumi semua ada di negeri ini , Negara ini terbentuk bukan tanpa perjuangan melainkan melalui perjuangan yang tak kenal lelah para pahlawan bangsa melawan para penjajah demi merebut kemerdekaan bangsa Indonesia, sudah selayaknya kita sebagai bangsa yang besar harus mampu menghormati jasa para pahlawan dan terus memperjuangkan kemerdekaan Negara dari segala bentuk penjajahan, baik penjajahan dalam segi ekonomi. Sudah bukan menjadi hal yang aneh di era Globalisasi ini semua Negara berlomba-lomba menjadi Negara yang paling berkuasa di muka bumi, semua Negara secara perlahan tapi pasti mulai melakukan ekspansi ekonomi ke Negara lain, dengan cara menguasai Negara tersebut di bidang ekonomi, karena ketika perekonomian sudah dapat dikusai maka secara otomatis Negara tersebut sudah ada digenggaman. Perlu kita ketahui Negara ini adalah Negara berdaulat, selayaknya Negara yang berdaulat seharusnya negara menentukan nasibnya sendiri tapi kenyataan yang terjadi Negara tidak mampu menentukan masa depanya sendiri, masa depan Negara ini telah diatur sedemikian rupa oleh orang-orang capitalis, contoh yang konkret ketika isu naiknya harga minyak dunia, pemerintah langsung kalang-kabut menanggapi isu tersebut dan secara arogansi berencana menaikan harga BBM dinegara ini tanpa melalui pertimbangan-pertimbangan yang matang, pemerintah seakan-akan tak mempunyai daya dan upaya terkait hal tersebut dan secara sadar mengikuti rencana busuk kaum Capitalis untuk menyeret negara ini masu ke dimensi pasar bebas yang sengaja diciptakan oleh kaum-kaum capitalis, sudah selayaknya sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat Negara mampu melawan rencana-rencana kaum capitalis tersebut, karena sesuai dengan apa yang kita ketahui bersama bahwa rencana tersebut bukan lain adalah untuk menguasai perekonomian Negara ini dengan cara melemahkan campur tangan pemerintah dalam segala hal tanpa terkecuali ekonomi Negara.

Seperti kita ketahui jika kaum capitalis selalu berusaha masuk ke Negara-negara berkembang (Indonesia) melalui segala sector, dan jalan masuknya pun sangat beragam,mulai dengan berpura-pura memberikan pinjaman lunak tapi dibalik itu mereka memberikan syarat-syarat dalam memberikan pinjaman tadi (IMF,WB), mereka juga coba masuk melaui kebudayaan masyarakat , dan secara perlahan kebudayaan asli Negara ini akan menghilang ditelan kebudayaan kaum Capitalis (berpakaian tidak menutupi aurat) , tidak hanya itu , kaum Capitalis selalu berusaha menjadikan masyarakat kita menjadi masyarakat yang konsumtif, sehingga produk-produk mereka laku terjual dan dapat memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, belum lagi uasaha penguasaan sumber-sumber daya alam dan produksi yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak yang sudah mulai terjadi, dan pada akhirnya Negara atau bangsa ini akan menjadi Negara yang terjajah lagi, terjajah dalam segi ekonomi dan segi kebudayaan. Namun kita sadar dan yakini bahwa kita Negara yang berdaulat bisa melawan para kaum capital, kita tidak membutuhkan kaum Capitalis karena kita pada dasarnya adalah Negara yang kaya dalam segala hal , jadi mereka lah yang membutuhkan kita. Jika kita sadari dalam ideologi bangsa ini yaitu Pancasila terdapat banyak nilai-nilai luhur yang tersurat didalamnya, dan jika kita mampu memahaminya bukan menjadi sebuah keniscayaan bangsa/Negara ini dapat melawan para kaum Capitalis yang mencoba menjajah kita kembali. Namun nilai-nilai yang tersirat ataupun tersurat dalam Pancasila juga tidak akan menjadi apa-apa ketika Pemerintah tidak pernah mengimplementasikan nilai tersebut dalam proses penyelenggaraan Negara, apa lagi jika mereka-mereka yang mengatur Negara adalah antek-antek kaum capitalis, maka sudah dapat dipastikan kita akan menjadi negar jajahan kaum Capitalis .

Artikel Menarik Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar