Partai politik
merupakan organisasi politik yang dengan sengaja dibentuk oleh sekelompok orang
yang pada dasarnya memegang teguh sebuah ideologi tertentu dan mempunyai sebuah
tujuan yang memang disepakati bersama oleh orang-orang yang membentuknya.
Keberadaan Partai politik sendiri mempunyai banyak fungsi ataupun tugas, baik mewadahi
masyarakat yang ingin ikut berperan aktif dalam
NEGARA DEMOCRAZY
Demokrasi adalah metode yang berorientasi menghargai kebebasan berpikir, aspirasi, berkelompok, berserikat dll, dengan perjuangan mahasiswa dan aktivist melawan otoritarian Bpk. Soeharto sebagai Presiden ke-2 Indonesia. Akhirnya tahun 1998 menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia, berakhirnya Orde baru dan berganti ke jaman Reformasi atau jaman Orde paling baru.
14 tahun sudah Negara Indonesia terlepas dari sistem otoritarian kepemimpinan Soeharto, dan 14 tahun pula Demokrasi berdiri di Negara ini. Dengan demokrasi seharusnya masyarakat lebih melek akan ilmu pengetahuan, jika perkembangan ilmu dan teknologi yang sudah semakin modern ini tidak diimbangkan dengan wawasan setiap masyarakat yang ada didalam suatu Negara. khususnya Negara Indonesia, maka bergantinya sistem yang Otoriter menjadi Demokrasi di Negara ini tidak akan membuat perubahan secara signifikan. Kebanyakan masyarakat Indonesia mengetahui demokrasi karena adanya PEMILU, memang benar adanya pemilu disuatu Negara maka Negara tersebut menganut sistem Demokrasi, tetapi fungsi demokrasi bukan sekedar pemilu saja, karena esensi dari Demokrasi sendiri masih sangat luas. Esensi yang dimaksud dengan Demokrasi ini harus sesuai dengan Ideologi Pancasila. Bukan Kapitalis atau Komunis.
Realitasnya di Negara Indonesia Demokrasi-pun sepertinya menjadi tameng bagi elite elite politik untuk memperlihatkan keberadaanya didepan Masyarakat dengan mengatasnamakan membawa kepentingan Masyarakat, dan pada akhirnya hanya mementingkan kepentingan kelompoknya saja, dan membuat Masyarakat menjadi resis kepada negaranya sendiri. Kebodohan dan kemiskinan di Negara ini tidak ada habisnya, seakan-akan sudah direncanakan untuk melanggengan kepentingannya, sungguh tragis chaos dinegara sendiri dengan orang kita sendiri. Jika kondisi Negara Indonesia masih seperti ini ditahun tahun kedepannya maka Demokrasi-pun bukan menjadi solusi kesejahteraan bagi Masyarakat Indonesia. Karena sesungguhnya solusinya adalah terciptanya kesadaran bagi setiap Masyarakat Indonesia untuk mengetahui fungsinya sebagai masyarakat di Negaranya sendiri
Hidup adalah Filsafat
Potret Hitam Perdagangan Bebas
Globalisasi menjadi sebuah keniscayaan bagi seluruh Negara di dunia yang secara definitif memiliki makna adanya sebuah proses menuju peningkatan hubungan antara berbagai masyarakat di seluruh dunia. Jadi hubungan internasional yang menjunjung nilai-nilai sosial demokratis, kesetaraan, kesamaan hak dan distribusi kesejahteraan dalam upaya peningkatan taraf hidup sebagai wujud transformasi masyarakat, itulah seharusnya yang menjadi orientasi dalam laju gerbong globalisasi. Namun kenyataan yang sangat paradoksal tumbuh seiing dengan kemunculan perdagangan bebas (Free Trade) sebagai aspek parsial dalam globalisasi itu sendiri, yang justru membawa semangat yang berbeda dan bertentangan dengan hakikat globalisasi dimana orientasi utamanya adalah peningkatan kekuatan dan pengaruh Negara-negara maju dunia melalui tangan-tangan korporasi transnasionalnya di seluruh dunia dengan ideologi konsumerisme dan etos pembangunan yang ditekankan sepenuhnya pada pengambilan keuntungan (akumulasi kapital).
Perdagangan bebas ini sejatinya hanyalah media Negara-negara ekonomi yang tangguh dalam memuluskan kepentingannya untuk memasarkan produk dalam negerinya keseluruh penjuru dunia dengan tanpa batas, tanpa proteksi, tidak adanya regulasi yang mengikat dan tanpa intervensi pemerintah sebuah Negara. Namun juga harus diingat bahwa selain perdagangan barang dan jasa yang bebas keluar masuk sebuah Negara serta investasi, tenaga kerja-pun nantinya juga menjadi bagian yang akan meramaikan pasar lokal. Bayangkan bagaimana jadinya kondisi mayoritas Negara di dunia yang masih miskin dan berkembang termasuk Indonesia tanpa adanya campur tangan pemerintah dalam menghadapi ancaman perdagangan bebas ini. Bisa dipastikan berbagai pilar ekonomi lokal akan mati, hilang dan tersingkir dengan geliat investasi asing dan membanjirnya komoditi luar, belum lagi bagaimana harus menyelamatkan SDM yang masih harus ditingkatkan kualitasnya ketika harus bersaing dengan tenaga kerja luar yang tidak hanya menonjolkan kecerdasan namun juga good performance. Mungkin bagi mereka yang memiliki budaya konsumtif dan mempunyai kekuatan modal, perdagangan bebas ini menjadi surga yang indah. Tapi kita jangan sampai terjebak dengan jargon-jargon bahwa perdagangan bebas akan mampu meningkatkan lapangan pekerjaan ataupun slogan pembangunan infrastrktur dalam negeri, toh pada kenyataannya kita hanya akan dijadikan pengemis di atas tanah moyang kita, hanya akan menjadi orang asing dalam rumah sendiri karena semua yang berdiri megah di Indonesia nantinya bukannlah milik anak bangsa melainkan penjilat-penjilat benua biru (konstelasi Negara maju).
Krisis Kepercayaan
Dijaman yang boleh dibilang amburadul ini hampir semua orang merasakan krisi kepercayaan, mempercayai orang sama saja kita menyerahkan keselamatan kita ke orang yang kita percaya, sungguh suatu keadaan yang cukup miris , di saat kita mengidam-idamkan suatu perubahan ke arah yang lebih baik justru semakin banyak orang yang merasa tidak ingin mempercayai orang lain, rasa saling curiga atar individu menjangakit dimana-mana, kepada siapakah kita harus percaya ???, Perubahan akan sulit tercapai jika masing-masing individu menaruh rasa curiga ke orang lain diluar kelompok mereka, jangankan untuk saling percaya, untuk sejenak melupakan egois kita masing-masingpun kita masih sangat sulit, kita telah terjebak ke dalam belenggu dimensi egoisme, perubah akan tercapai jika kita bersatu , behimpun ,berkumpul menguatkan basis untuk berjuang maraih perubahan, sejarah telah mencatat bahwa perubahan dapat terwujud jika semua element bersatu merenggut perubahan itu, tidak sedikit pengorbanan yang harus direlakan saat kita ingin mencapai suatu perubahan , mulai dari berkorban materi,waktu bahkan yang terekstrim berkorban jiwa dan raga demi tercapainya suatu perubahan yang sangat didambakan oleh semua kalangan masyarakat.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 akhirnya perubahan yang telah lama diidamakan oleh bangsa ini tercapai juga, Masyarkat dengan susah payah akhirnya dapat mencapai perubahan yang memang sangat didambakan dari sejak dahulu yakni perubahan nasib dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa yang merdeka. Semua itu tidak didapat dengan Cuma-Cuma, butuh kemauan dan juga dukungan dari semua kalangan masyarakat, kondisi masyarakat yang sangat hetrogen pada waktu itu tidak menjadi hambatan dalam proses pencapaian perubahan yang diinginkan, semua masyarakat bersatu dan saling mempercayai satu sama lain, mereka percaya bahwa jika mereka bersatu tanpa ada rasa curiga dikalangan mereka, maka bukan menjadi sebuah keniscayaan jika perubahan ke arah yang lebih baik dapat tercapai, hasilnya pun seperti sekarang yakni bangsa ini telah menjadi bangsa yang bebas dan merdeka bukan lagi bangsa yang terjajah.
Jika di saat era kemerdekaan semua elemen masyarakat saling percaya satu sama lain namun lain hal dengan kondisi yang sekarang terjadi dimasyarakat, rasa saling percaya antar satu dengan yang lainya hampir punah/hilang, rasa curiga antar individu semakin menjangkit ke semua masyarakat, yang dipercaya hanya orang-orang yang berlatarbelakang sama denganya. Hal ini bukan tanpa sebab, coba kita bercermin sejenak, melihat ke sekeliling kita , betapa hal ini tidak terjadi jika individu kehilangan rasa kepercayaan ke individu yang lain bahkan kepada wakil-wakil mereka di pemerintahan, Mereka-mereka(Pemerintah) yang seharusnya dijadikan panutan oleh masyarakatnya saja bertidak tidak semestinya, mereka selalu mengumbar janji-janji manis ketika ingin mendapatkan dukungan tapi ketika mereka sudah menduduki jabatan yang didinginkan, mereka lupa akan janji-janjinya, dan akhirnya janji hanya menjadi janji kosong belaka. Perilaku mereka-merka yang menamakan diri wakil rakyat sudah membuat rakyat kecewa, maka tidak heran jika masyrakat mengalami krisis kepercayaan kepada wakil-wakil mereka di dalam pemrintahan, jika kondisi ini tidak terselsaikan maka tidak menjadi hal yang aneh jika suatu saat masyarakat sudah tidak percaya sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh mereka dan menginginkan adanya perubahan yang terbaru ( Revolusi ) demi kebaikan masyarakat.
APALAH GUNA NEGARA INI. . ?
Negara ada bukan hanya sekedar ada, banyak hal yang harus dilakukan oleh Negara. Negara Indonesia terbentuk bukan dikarenakan factor kebetulan semata,melainkan sebuah cita-cita bersama seluruh element masyarakat yang ingin hidup dengan merdeka dan bebas dari penjajahan bangsa(Negara) lain. Masyarakat yang pada waktu itu masih terpecah-pecah yaitu terdiri dari beragai macam suku-suku dan budaya yang berbeda pada akhirnya bersatu-padu membentuk sebuah Negara yang berdaulat dengan harapan masyarakat yang tadinya terjajah dan hidup dalam belenggu kemiskinan,tertindas,dan tidak bisa menentukan masa depanya sendiri, dengan bersatunya mereka membentuk sebuah Negara ini masyarakat dapat hidup makmur dan sejahtera serta mampu menentukan masa depanya sendiri . Hal ini juga telah tertera dalam konstitusi Negara yaitu UUD 1945, yang didalamnya tertera secara gamblang tentang maksud dan tujuan terbentuknya Negara berserta tugas dan kewajibannya.
Maksud dan tujuan terbentuknya Negara adalah buka lain untuk menciptakan kesejahteraan,keadilan,kemakmuran dan rasa aman bagi masyarakatnya. Jadi tugas dan kewajiban Negara adalah mewujudkan maksud dan tujuan tersebut, tugas dan kewajiban Negara memang sangat berat, namun itulah fungsi dari terbentuknya Negara ini, untuk dapat mewujudkanya Negara harus mampu mengintepretasikan pedoman yang ia miliki ( UUD 1945 ) dalam menjalankan roda pemerintahanya, baik dalam membuat sebuah kebijakan nasional maupun dalam pembuatan Hukum-hukum dalam Negara dengan berpanduan dan tanpa melenceng dari pedoman yang sudah ada. Bukan menjadi sebuah keniscayaan masyarakat Negara ini akan hidup makmur,sejahtera, dan terpenuhinya rasa aman dalam sendi-sendi kehidupanya. Namun semua hal itu mungkin hanya sebatas angan disiang bolong jika kita melihat kondisi masyarakat pada sekarang ini. Negara seakan-akan tak mempunyai daya upaya dalam menangani segala permasalahan kompleks yang terjadi di Negara ini, sementara masyarakat sangat mengharapakan Negara mampu menunaikan tugas dan kewajibanya kepada masyarakatnya, sesuai amant konstitusi Negara kita.
Kemakmuran,kesejahteraan mungkin masih seperti mimpi disiang bolong ,masih banyak masyarakat hidup dalam keadaan yang memprihatinkan bahkan jauh dari kata layak. Seperti kita ketahui bersama dan juga telah banyak ditayangkan di berbagi media-media masa ternyata banyaknya kelalaian yang dilakukan oleh Negara sehingga banyak masyarakat yang telah terenggut kemerdekaanya oleh Negara. Sebuah contoh kecil dari sekian banyaknya kelalaian yang dilakukan oleh Negara, jika kita perhatikan masih banyak anak-anak dibawah umur yang notabenya adalah para penerus bangsa namun kemerdekaanya telah direnggut oleh Negara, direnggut dalam artian anak-anak dibawah umur yang seharusnya mengenyam pendidikan dibangku-bangku sekolah namun mereka tidak pernah menikmati apa yang dinamakan pendidikan itu tadi, bahkan merekapun tak pernah mengenal kata pendidikan,mereka dipaksa mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Masa-masa kecil yang harusnya menjadi masa indah yang dipenuhi bergai proses pembelajaran dan bermain telah hilang dari kehidupan mereka, yang ada hanya banyang-bayang hidup dalam kemiskinan. Hal ini membuktikan bahwa Negara telah merenggut kemerdekaan para penerus bangsa karena negar tidak mampu memakmurkan dan mensejahterakan masyarakatnya, bahkan menjadi hal yang ironis ketika Negara menutup mata dan telinga akan hal tersebut, seharusnya Negara peka dan membuat sebuah kebijakan nasional guna menangani hal itu, namun ketika Negara sudah tidak mampu melaksanakan tugas dan kewajibanya , maka yang harus dipertanyakan adalah apalah guna Negara ini. . . .?
By : Galih Susanto
Negara Ku Dilema Terhadap Demokrasi dan Wakil Rakyat Menari-nari
| Negara Demokrasi |
Negara ku adalah Negara yang indah, Negara ku adalah Negara yang merdeka, Negara ku terkenal dengan Negara yang subur alamnya, Negara ku negara Pancasila, Negara ku adalah Negara Indonesia.
Negara yang melindungi aku dari kehidupan yang nista ini. Dimana aku berdiri saat ini. Disinilah Negaraku, kemerdekaan Negara membuat rakyat bebas beraspirasi, karena Negaraku adalah Negara Demokrasi.
Lalu mengapa? mengapa? dan mengapa? rakyat seakan-akan sedih terhadap Demokrasi, tidak usahlah kalian dilema atau sedih, karena kita berada di Negara yang Demokrasi,dan kita mempunyai wakil-wakil yang mengaspirasikan suara kita (suara rakyat).
Seperti hujan deras yang turun ke Bumi ini dan membuat tanaman, pepohonan, dan rerumputan menjadi subur dan tumbuh sebebas bebasnya di alam ini, seperti itu juga Kemerdekaan Indonesia yang melahirkan Demokrasi dan membuat Partai-Partai Politik dan Wakil Rakyat tumbuh subur di Negara ini.
Tapi mengapa suara kita seakan-akan hanya terambang saja ditangan Wakil Rakyat? Apakah ini yang dikatakan Demokrasi? Lalu mengapa wakil-wakil kita (Wakil Rakyat) seakan-akan tidak memperjuangkan kesejahteraan kita, apakah mereka benar benar Wakil Rakyat? Atau mereka yang duduk di Parlemen adalah wakil bagi dirinya sendiri? Jika begitu siapa Wakil kita yang akan memperjuangkan apirasi rakyat demi tercipta kesejahteraan rakyat.
Negara ku Indonesia sedang dilema terhadap demokrasi dan wakil-wakil rakyat sedang menari-nari diatas kedilemaan rakyatnya
Penulis : Ramanda Ade Putra
Harusnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) Malu
![]() |
| Pegawai Negeri Sipil PNS naik Gaji |
Harusnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) Malu - Menjadi hal yang aneh ataupun membingungkan ketika seorang pelayan memiliki pendapatan/gaji lebih besar dari sang pemberi gaji, mengutip sebuah kata-kata bijak “ bahwa sesungguhnya apa yang kau dapatkan adalah sesuai dengan apa yang kau kerjakan “, namun keadaan yang terjadi dinegeri kita saat ini dapat dibilang sudah tidak seperti apa yang seharusnya. Dimana pendapatan seorang tidak sesuai dengan apa yang telah is kerjakan/lakukan, Seorang pekerja kasar(buruh) yang harus mengeluarkan segenap kekuatan dan tenaga yang ia miliki namun hanya memperoleh imbalan/gaji rata-rata tidak melebihi angka 2 juta rupiah perbulanya , keadaan ini berbanding terbalik jika kita bandingkan dengan jumlah pendapatan para pegawai negeri sipil ( PNS ) yang rata-rata jumlahnya melebihi angka dari 4juta rupiah, padahal pekerjaan yang dilakukan oleh PNS tidak lebih sulit ataupun tidak perlu mengeluarkan tenaga sebesar para pekerja kasar(buruh), suatu keadaan yang cukup susah untuk dicerna logika berfikir seseorang, seorang PNS yang pekerjaanya tidak lebih melelahkan dan tidak mengeluarkan tenaga sebesar yang para pekerja kasar(buruh), namun pendapatan mereka lebih besar dari buruh , sedang buruh memperoleh pendapatan yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari PNS.
Sudah menjadi rahasia umum jika pendapatan PNS cukup besar, pekerjaanya pun tidak lebih berat dari para pekerja kasar, belum lagi berbagai macam bentuk tunjangan yang mereka peroleh, jika diakumulasikan rata-rata pendapatan PNS per bulan mencapai angka 5 juta rupiah, coba kita renungkan sejenak, tingkat pendapatan masyarakat di negeri ini kurang dari 2 juta rupih perbulan, tapi kenapa gaji para PNS yang pada dasarnya digaji oleh rakyat, namun rata-rata pendapatannya lebih besar dari rata-rata pendapatan masyarakatnya,jika kita ulas darimana sumber dana untuk membayar gaji para PNS itu maka kita akan mendapatkan “ Pajak “ lah yang menjadi sumber dananya, pajak diambil / didapatkan dari uang masyarakat, maka secara tidak langsung rakyatlah yang memberi gaji kepada para PNS itu, jika kita coba tempatkan pada keadaan yang seharusnya(ideal) ,ketika tingkat pendapatan masyarakat dibawah 2 juta maka pendapatan para PNS pun seharusnya dibawah 2 juta ataupun sama dengan jumlah pendapatan masyarakatnya.
Akan menjadi hal yang aneh ketika masyarakat yang memberi gaji kepada para PNS namun jumlah gaji/pendapatan mereka lebih kecil dari pada orang yang mereka gaji (PNS), di dalam sebuh negara ketika rata-rata pendapatan PNS lebih besar dari rata-rata jumlah pendapatan masyarakatnya sudah dapat diipastikan telah terjadi sebuah kesalahan .
Ketika ada sebagian orang yang notabendnya seorang PNS yang berteriak-triak menuntut kenaikan gaji, dengan alasan pendapatan mereka saat ini masih kurang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, jika kita berfikir secara rasional apakah pantas mereka menuntut seperti itu dan jika ada persepsi yang mengatakan pantas, maka pantaslah orang tersebut dibilang orang yang tidak mempunyai otak, masyarkat yang memberi gaji pada mereka saja pendapatanya jauh dibawah mereka, lalu kenapa mereka menuntut kenaikan gaji, seharusnya mereka bersukur dengan pendapatan mereka sekarang ini, bahkan lebih pantasnya mereka merasa malu, karena rata-rata pendapatan orang yang memberinya gaji (masyarakat) jauh dibawah pendapatan mereka .
Subsidi Hak Rakyat Subsidi Kewajiban Pemerintah
Subsidi Hak Rakyat Subsidi Kewajiban Pemerintah - Sudah hampir 1 minggu suasana perpolitikan di negeri kita memanas, tiap politisi saling serang argument yang mereka anggap benar oleh masing-masing politisi, tinggal menunggu hari kebijakan kenaikan harga BBM diputuskan. Jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM, sudah pasti kebijakan tersebut akan memeperparah keadaan bangsa ini. Pro dan kontra akan kebijakan menaikan terus bergulir di kalangan anggota DPR dan masyarakat, meskipun sebagian anggota DPR dan mayoritas masyarakat menolak keras kebijakan menaikkan harga BBM, tetapi Pemerintah bersikukh tetap ingin menaikan harga BBM, seakan-akan mereka sudah tuli dan buta terhadapa aspirasi-aspirasi masyarakatnya, alasan pemerintah bersikukuh ingin menaikan harga BBM pun bisa dibilang konyol, mereka mengambing hitamkan anggaran APBN, jika BBM tidak dinaikan maka akan tejadi penggelembungan APBN , suatu hal yang boleh dibilang konyol tanpa landasan yang kuat.
Jika kita coba analisa mengenai pengertian dan dari mana sumber dana untuk APBN dan Subsidi , dan pada akhirnya anda akan mendapat sebuah kesimpulan bahwa APBN dan subsidi menggunakan uang rakyat , jadi berapapun besarnya subsidi yang akan keluar dalam APBN tidak menjadi sebuah permasalahan karena semuanya itu digunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat, pemerintah selalu berdalih kenaikan BBM ini untuk menyelamatakan APBN dan juga pemerintah berdalih bahwa subsidi unutk BBBM terlalu besar dan salah sasaran, sebuah pernyataan yang cukup lucu bahkan konyol , berbicara Subsidi maka kita akan berbicara juga mengenai ideology Negara ini, karena subsidi telah tertera dalam ideologi Negara, sudah menjadi rahasia umum bahwa ideologi kita adlah ideologi Pancasila, didalam ideologi pancasila Negara bertugas memakmurkan masyarakatnya bahkan di dalam UUD 1945 juga telah dijelaskan bahwa subsidi adalah hak rakayat dan menjadi kewajiban pemeritah untuk mensubsidi rakyatnya, subsidi adalah kewjiban pemerintah bukan malah dianggap menjadi beban, subsidi dipandang sebuah beban ketika suatu Negara menganut paham Liberalisme/ capitasilme, karena dalam Negara Liberal/kapitalis subsidi menjadi sebuah hal yang haram.
Semua dana yang dipakai dalam APBN adalah untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat, jadi ketika pemerintah berstatment “jika harga BBM tidak dinaikan maka akan mengakibatkan penggelembungan dana APBN oleh karena itu untuk mengurangi beban subsidi harus diadakan kenaikan harga BBM” menjadi hal yang aneh karena seperti telah dijelaskan diatas subsidi adalah kewajiban pemerintah dan hak untuk rakyat mendapatkan subsidi, ketika subsidi dikurangi atau bahkan dihilangkan maka sudah daapt dipastikan harga BBM akan meroket ( mahal ), dan efeknya pun sangat kompleks ketika harga BBM ini mahal, ketika harga BBM masih 4500 pun rakyat sudah banyak yang hidup dalam keadaan memprihatinkan dikarenakan tidak mampu memenuhi kebutuhannya, apalagi jika harga BBM jadi dinaikan menjadi 6000 mau jadi apa masyarakat bangsa ini, akankah kemiskinan yang perlahan mulai kita perangi akan merajai kembali kehidupan masyarakat kita, akankah semakin banyak saudara-saudara kita yang terkena PHK karena banyak perushaan yang tidak mampu bertahan dan akhirnya gulung tikar, akankah kelaparan semakin merjalela di pelosok negeri karena makin mahalnya harga-harga kebutuhan pokok, bahkan imbas dari naiknya harga BBM sudah pasti akan menjalar ke semua sector tanpa terkecuali pendidikan dan kesehatan.
![]() |
| Subsidi Hak Rakyat Subsidi Kewajiban Pemerintah |
Jika kita coba analisa mengenai pengertian dan dari mana sumber dana untuk APBN dan Subsidi , dan pada akhirnya anda akan mendapat sebuah kesimpulan bahwa APBN dan subsidi menggunakan uang rakyat , jadi berapapun besarnya subsidi yang akan keluar dalam APBN tidak menjadi sebuah permasalahan karena semuanya itu digunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat, pemerintah selalu berdalih kenaikan BBM ini untuk menyelamatakan APBN dan juga pemerintah berdalih bahwa subsidi unutk BBBM terlalu besar dan salah sasaran, sebuah pernyataan yang cukup lucu bahkan konyol , berbicara Subsidi maka kita akan berbicara juga mengenai ideology Negara ini, karena subsidi telah tertera dalam ideologi Negara, sudah menjadi rahasia umum bahwa ideologi kita adlah ideologi Pancasila, didalam ideologi pancasila Negara bertugas memakmurkan masyarakatnya bahkan di dalam UUD 1945 juga telah dijelaskan bahwa subsidi adalah hak rakayat dan menjadi kewajiban pemeritah untuk mensubsidi rakyatnya, subsidi adalah kewjiban pemerintah bukan malah dianggap menjadi beban, subsidi dipandang sebuah beban ketika suatu Negara menganut paham Liberalisme/ capitasilme, karena dalam Negara Liberal/kapitalis subsidi menjadi sebuah hal yang haram.
Semua dana yang dipakai dalam APBN adalah untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat, jadi ketika pemerintah berstatment “jika harga BBM tidak dinaikan maka akan mengakibatkan penggelembungan dana APBN oleh karena itu untuk mengurangi beban subsidi harus diadakan kenaikan harga BBM” menjadi hal yang aneh karena seperti telah dijelaskan diatas subsidi adalah kewajiban pemerintah dan hak untuk rakyat mendapatkan subsidi, ketika subsidi dikurangi atau bahkan dihilangkan maka sudah daapt dipastikan harga BBM akan meroket ( mahal ), dan efeknya pun sangat kompleks ketika harga BBM ini mahal, ketika harga BBM masih 4500 pun rakyat sudah banyak yang hidup dalam keadaan memprihatinkan dikarenakan tidak mampu memenuhi kebutuhannya, apalagi jika harga BBM jadi dinaikan menjadi 6000 mau jadi apa masyarakat bangsa ini, akankah kemiskinan yang perlahan mulai kita perangi akan merajai kembali kehidupan masyarakat kita, akankah semakin banyak saudara-saudara kita yang terkena PHK karena banyak perushaan yang tidak mampu bertahan dan akhirnya gulung tikar, akankah kelaparan semakin merjalela di pelosok negeri karena makin mahalnya harga-harga kebutuhan pokok, bahkan imbas dari naiknya harga BBM sudah pasti akan menjalar ke semua sector tanpa terkecuali pendidikan dan kesehatan.
Langganan:
Postingan (Atom)





