Pendidikan Paulo Freire dari Sudut Pandang Filsafat



Pendidikan Paulo Freire
dari Sudut Pandang Filsafat



Secara Filosofis pemikiran Freire banyak di pengaruhi oleh aliran pemikiran Fenomenologi, Personalisme, Eksistensialisme, dan Marxisme. Sebagai tokoh pendidikan ia dikenal sebagai tokoh utama Rekontruksionisme.
Beberapa prinsip dari Rekontruksionisme, yang intinya adalah : pertama, peradaban dunia sedang berada dalam krisis dimana solusi efektifnya adalah penciptaan suatu tatanan social yang menyeluruh; kedua, pendidikan adalah salah satu agen utama yang rekontruksi terhadap tatanan sosial, oleh karenanya seorang pendidik rekontruksionis harus secara aktif mendidik demi perubahan sosial; ketiga, metode pengajaran harus didasarkan pada prinsip-prinsip Demokratis yang bertujuan untuk mengenali dan menjawab persoalan-persoalan tantangan sosial.
Dari ketiga prinsip ini peranan pendidikan sekolah bukanlah sebagai transmitor (penyampai) kebudayaan yang bersifat pasif – sebagaimana yang diyakini oleh aliran yang lebih Tradisional – tetapi sebagai agen yang menjadi pionir yang aktif dalam melakukan perubahan sosial.
Menurut Freire, tujuan utama dari pendidikan adalah membuka mata peserta didik guna menyadari realitas ketertindasannya untuk kemudian bertindak melakukan transformasi (perubahan) sosial. Kegiatan untuk menyadarkan peserta didik tentang realita ketertindasannya ini ia sebut sebagai konsientasi dalam pemahaman Freire adalah : Konsientasi bertujuan untuk “membongkar” apa yang disebut oleh Freire sebagai “Kebudayaan diam”. “Kebudayaan diam” adalah suatu kondisi di mana masyarakat dibuat tunduk dan taat  sedemikian rupa oleh penguasa, sehingga masyarakat tidak bisa atau tidak berani mempertanyakan keberadaannya, dan pada akhirnya cenderung menerima keberadaan itu secara fatalistis. Dalam kerangka pemikiran seperti itu tidak mengherankan bahwa bagi Freire, pendidikan senantiasa merupakan tindakan politik, baik untuk mempertahankan status quo, ataupun untuk menciptakan perubahan sosial.
Baginya yang menggunakan pendidikan sebagai Status Quo, melakukannya di dalam kelas dengan menggunakan pendidikan yang ia sebut sebagai Bangking Concept of Education, sedangkan mereka yang meyakini bahwa pendidikan adalah praksis pembebasan, menurut Freire akan menggunakan apa yang disebutnya sebagai Problem Posing Method 



Penulis : Ramanda Ade Putra
Read More

Pendidikan Paulo Freire dari Sudut Pandang Sejarah





Freire lahir dari Brazil pada tanggal 19 September 1921, latar pendidikannya di bidang hukum, dan sempat berkarier dalam jangka waktu yang pendek sebagai seorang pengacara. Freire menjadi Guru bahasa Portugis selama enam tahun (1941-1947). Sekitar tahun 1944 ia menikah dengan seorang Guru bernama Elsa Maia Costa Oliviera. Pernikahan inilah yang memantapkan pergeseran interesnya dari bidang hukum ke bidang pendidikan. Tahun 1964 terjadi kudeta militer di Brazil. Rezim yang berkuasa saat itu menganggap Freire sebagai seorang tokoh yang berbahaya, lalu Freire ditahan selama tujuh puluh hari dan akhirnya mempersilakan Freire untuk meninggalkan negaranya.
Ia memulai masa 15 tahun pembuangannya dan tinggal untuk sementara waktu di Bolivia. Dari Bolivia ia pindah ke Chili dan bekerja selama 5 tahun untuk organisasi Internasional Christian Democratic Agrarian Reform Movement, dalam masa 5 tahun ini. ia dianggap sangat berjasa mengantar Chili menjadi satu dari lima Negara terbaik di dunia yang diakui UNESCO sukses dalam memberantas buta huruf.
Tahun 1969 ia sempat menjadi visiting professor di Universitas Harvard, antara tahun 1969-1979, ia pindah ke Jenewa dan menjadi Penasehat Khusus bidang Pendidikan bagi Dewan Gereja Dunia, pada akhir 1960-an inilah ia menulis salah satu bukunya yang paling terkenal “ Pendagogy Of The Oppressed”.
Tahun 1979 Freire kembali ke Brazil dan menempati posisi penting di Universitas Sao Paulo, sebuah posisi yang memberinya tanggung jawab untuk mereformasi dua pertiga dari seluruh Sekolah Negeri yang ada, Freire meninggal pada 2 mei 1997, dalam usia 75 tahun akibat penyakit jantung. Selama hidupnya, ia menerima beberapa gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai Universitas diseluruh dunia.
Di Indonesia persebaran pemikiran Freire dapat dilihat dari begitu banyak karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, terutama setelah tumbangnya Orde Baru. Buku-bukunya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Antara lain, Pendidikan yang membebaskan, Belajar Bertanya, Politik Pendidikan, Kebudayaan Kekuasaan dan Pembebasan, Pendidikan Kaum Tertindas, Pendidikan sebagai Praktek Pembebasan, Dialog bareng Paulo Freire, Sekolah Kapitalisme yang Licik, dan Pendidikan sebagai Proses.







Penulis : Ramanda Ade Putra
Read More

Bagaimanakah karakter manusia itu

perilaku manusia

       Manusia? ? ? Pada dasarnya manusia memiliki dua susunan karakter, yaitu karakter inderawi/lahiriah dan karakter rasional. Dengan karakter lahirnya ini manusia sama dengan mahluk-mahluk lainnya. Manusia saling terikat dengan alam yang diwarisinya dan tidak dapat melepaskan dirinya dari ikatannya yang mengharuskannya tunduk terhadap hukum alam,  terikat oleh pengaruh-pengaruh material yang melingkupinya. Namun dengan karakter rasionalnya manusia tidak tunduk dengan hukum alam, dikarenakan berafiliasi dengan alam lain yang disebut alam hakikat, yakni alam yang bukan seperti tampak pada alam nyata-inderawi lahiriah.

        Menurut kant, manusia merupakan mahluk etis, bukan dalam dimensi mahluk yang berkapasitas sebagai mahluk alami namun sebagai mahluk yang merdeka dari ikatan-ikatan inderawi dan berakal bebas. Dengan kemerdekaan ini, manusia berada pada status paling tinggi dan menjadi sifat karakter intelektualnya. Manusia dapat membedakan mana yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk , kemudian memilih dari penilaiannya tersebut. Dengan demikian manusia dapat mengetahui dan melakukan apa yang wajib ia kerjakan sebagai mahluk yang berakal, merdeka ataupun mahluk yang berkehendak bebas. 

       Di sini berarti perilaku moral manusia bukan berasal dari tabiat inderawi kita namun berasal dri tabiat kita sebagai mahluk yang berakal dan berkehendak bebas. Terkadang banyak yang orang mempertanyakan mengenai kewajiban, bukannya kewajiban itu merupakan sesuatu yang mengekang kemerdekaan kita? Dengan begitu maka hancurlah prinsip dasar etika Kant. Namun pendapat tersebut batal apabila kita mengetahui bahwa dengan kesempurnaan kemerdekaannya tersebut, manusia memilih apa yang akan dilakukannya sesuai dengan tabiat intelektualnya dan kehendak merdekanya. Jadi manusia memilih kewajiban ini sesuai dengan tabiat rasionalnya, sehingga kewajiban merupakan ungkapan dari kehendak bebasnya dan bukan pembelengguan terhadap kemerdekaan. Dengan begitu kewajiban menjadi entitas bagi tabiat rasionalnya dan menjadi kaidah umum bagi kemanusiaan secara universal. 
Seperti tiga formula yang di ungkapkan oleh Kant ;

1.   Berbuatlah sesuai dengan kaidah, dimana pada saat yang sama , anda bisa menjadikannya sebagai undang-undang umum.

2.      Berbuatlah selalu dengan menjadikan perilaku kemanusiaan yang tercermin dalam diri anda, atau pribadi orang lain sebagai suatu tujuan dan jangan anda memperlakukannya semata-mata sebagai sarana untuk merealisasikan tujuan lain.

3.   Berbuatlah dengan menjadikan kehendakmu konsisten dengan hukum yang melegalisasikan kaidah universal bagi manusia.

Hal diatas merupakan pengarah kepada realisasi tujuan yang ideal bagi setiap manusia, yaitu penghormatan terhadap dimensi kemanusiaan. Kant menyebut kehendak merdeka yang dibimbing oleh akal dengan sebutan akal praktis. Dengan tegas yang berarti ia adalah akal yang mengatur perilaku praktis kita sesuai dengan kewajiban terhadap dirinya, dan bukan sesuai dengan tujuan lain yang ingin kita wujudkan.

Jika manusia hidup sesuai dengan tabiat lahiriah dan rasionalnya maka perilakunya harus berdasarkan keseimbangan antara tuntutan inderawi dan akal yang selalu tunduk pada formulasi universal yang menjunjung tujuan tertinggi kemanusiaan dan kehendak merdeka yang rasional. Jadi ketika ingin mewujudkan kebahagiaan manusia seperti yang juga di ungkapkan oleh Descartes, maka kita harus menjaga antara keutamaan dan kebahagiaan, mencari sumber-sumber  untuk mencapai kebahagiaan, yakni dengan kehendak dan akal sebagai pilar keutamaan dan yang pada akhirnya menuju kebahagiaan hakiki, kebahagiaan spiritual tertinggi yang melebihi kebahagiaan particular, seperti kebahagiaan inderawi ataupun kenikmatan individual.

Read More

Value Kosmis


Kesadaran kosmis adalah puncak tertinggi dari nilai filsafat manusia yang dapat di terjemahkan dalam ruang dan waktu, karena dengan kesadaran kosmis kita dapat melihat atau menilai prilaku manusia yang mempunyai nilai-nilai positif atau sebaliknya, sederhananya prilaku adalah representasi dari pemikiran, jika seseorang yang memahami didalam kerangka berpikirnya tentang kesadaran kosmis tetapi prilakunya tidak sesuai dengan nilai-nilai kosmis, maka mereka adalah orang-orang yang paradoks, atau mereka adalah seseorang yang tidak mempunyai garis keseimbangan didalam kesusilaan jiwa dan jasadnya, karena sebuah garis penyeimbang yang membuat kehidupan manusia menjadi “stabil”. 
    Garis penyeimbang akan semakin tertampilkan didalam kehidupan jika manusia tersebut dapat merelasikan nilai didalam pola pikirnya yang diejawantahkan kedalam pola tindaknya, jadi titik tekan untuk kesadaran kosmis ini adalah kesinergisan antara pola pikir dan pola tindak manusia. Dan ada beberapa pendeskripsian berbeda tenttang kesadaran kosmis, dua pendeskripsian yang berbeda ini tidak mengurangi kualitas value kosmis, seperti kesadaran kosmis adalah kesadaran yang paling hakiki dan terfokus kepada garis penyeimbang kehidupan,
Contoh :    1. jangan pernah mengotori secret jika tidak mau membersihkan secret
.
                 2. jangan pernah berkata tentang kebenaran jika tidak mau
                       melakukan sesuatu yang sesuai dengan nilai-nilai kebenaran.

                 3. Jangan pernah menyatakan sebagai organisatoris jika tidak mempunyai
                     rasa mencintai terhadap organisasi.

                 4. Jangan pernah mengatakan suka dalam hidup berkelompok jika fakta
                     hidupnya tidak menghargai orang lain.

    Inilah 5 contoh yang mewakilkan tentang pendeskripsian kesadaran kosmis. Dan jika kita lihat pada abad 20 kebawah, banyak filsuf atau ilmuwan yang menjadi sukses bukan hanya semata-mata dapat menciptakan ilmu pengetahuan baru, tetapi mereka dapat memahami tentang kesadaran kosmis dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai kosmis, sehingga banyak masyarakat pada saat itu yang mempercayai karena melihat prilaku filsuf atau ilmuwan tersebut yang sesuai dengan kearifan dan bijaksana,  menjadikan buah ilmunya sebagai obat untuk memudahkan kehidupan masyarakat. Karena hampir setiap orang mempunyai stigma memakai hukum perbandingan (Melihat kualitas pernyataannya dan dibandingkan dengan prilakunya). Sekali lagi penulis menyatakan kesadaran kosmis dapat di nilai dari prilakunya bukan dari keradikalan pemikiran seseorang.
Read More

LOGIKA MISTIKA

galih susanto


Peradaban kuno yang paling lama pada abad 6000-8000 sm yaitu negara egypte atau yang kita kenal sekarang mesir, sudah memikirkan asalnya dunia sampai pada kesimpulan bahwa dunia ini dikendalikan oleh maha dewa rah (sebutan Tan Malaka), walaupun diluar peradaban egypte seperti Yunani dan Tunishia juga pernah memikirkan tentang asal penciptaan dunia dan makhluk-makhluk lainnya.
Para pemikir yang dikenal ada jaman politeisme banyak yang menggunakan logika berdasarkan hati nurani, dengan perkasanya maha dewa rah, dia dapat menciptakan apa saja, dengan firmannya berbunyi ptah munculah bumi, langit, bintang, sungai nil. Jadi rohanilah yang pertama dan zatlah yang kedua, zat ini berasal dari rohani.bukan sebaliknya, rohani berasal dari zat. Singkatnya maha dewa rah itu terkuasa tidak takluk kepada zat dan waktu.
•    Zat/ Materi berasal dari Rohani/ Kodrat : Politeisme
•    Rohani/Kodrat berasal dari Zat/Materi :  Ilmu Alam (ilmu Kimia, Ilmu Bintang, Ilmu Matematika, Ilmu Biologi)
Pertentangan antara penganut Maha Dewa Rah dengan penganut Law of Evolutin “Darwin”(Undang ketetapan jumlah benda), perbedaannya antara lain :
•    Penganut Maha Dewa Rah : Maha Dewa Rah mampu menciptakan bumi dan langit begitu cepatnya, hanya dengan mengumandangkan firmannya, maka jadilah sesuatu yang ingin diciptakannya.
•    Law Of Evolution : Hean dan manusia itu adalah hasil dari pertumbuhan yang lama (Undang Pertumbuhan), hasil pertumbuhan yang lama/ber-evolusi
Pertentangan antara penganut Maha Dewa Rah dengan The Law Of Conservation of Force “Joule” (Undang Ketetapan Jumlah Kodrat= Undang ini dipakai pada perseolan lampu, misalnya : buat menaikan panasnya 1 pond air dengan 1 derajat, perlu dipakai 772 feet-pounds/kaki pond, artinya  banyak kodrat yang dipakai untuk buat menaikan 772 pond satu kaki keatas)
•    Penganut Maha Dewa Rah : Maha Dewa Rah dapat menjadi apa saja karena mereka terkuasa tidak kentara.
•    The Law Of Conservation of Force : Zat yang ada itu terdiri dari Kodrat, ketika Zat itu mati maka Kodrat itu masuk kedalam Zat yang berbeda.
Undang Perpaduan (Dalton) = Undang Ketetapan Jumlah Kodrat(Joule =Dialektika Idealisme) dan Undang ketetapan Jumlah Benda(Darwin = Dialektika Matrealisme). Singkatnya Undang Perpaduan adalah  Benda asal harus ada lebih dahulu, baru benda yang ada didunia sekarang bisa pula.
Cara Klasik untuk melihat mana yang berkuasa Maha Dewa Rah atau Alam

1.    Dewa Rah lebih kuasa dari Alam dan Undangnya
Jutaan bimu dan bintang berjalan menurut undang yang pasti, ini sudah terbukti oleh undangnya newton, kalau undang alam yang dilukiskan oleh newton itu jatuh atau satu menit saja berhenti, maka kacau balaulah ilmu bumi dan bintangnya tadi, tetapi selama ilmu pasti lahir dan ahli ilmu-pasti memperhatikan jalannya bumi dan bintang ini, belum lah ada Maha Dewa Rah yang menahan Matahari naik atau mencegah matahari turun, pasti Dewa tidak akan bisa.

2.    Dewa Rah sama kuasa dengan Alam dan undangnya
Kalau begitu mengapa menyembah Maha Dewa Rah, sedangkan Maha Dewa Rah berada dialam kegaiban yang belum pasti keberadaannya, lebih pasti enyembah Alam yang sudah jelas keberadaannya dan nilai gunanya kepada manusia.

3.    Dewa Rah kurang Kuasa dari Alam dan undangnya
Jika yang ini benar, mana mungkin Maha Dewa Rah menciptakan Alam, dan ernyata Alam yang lebih berkuasa dari Maha Dewa Rah sendiri.

Gauthama Budha ahli filsafat Mistika yang terbesar, semenjak dunia ini diketahui ahli filsafat yang terbesar pengaruhnya dari ahli filsafat barat, Plato sampai Hegel. Gauthama Budha yang sudah mengakui bahwa Ruhnya sudah menyatu dengan Alam, sudah sampai kenirwana jika disesakkan oleh muridnya dengan pertanyaan, apakah roh alam itu sama dengan jiwa manusia? Terpaksa menjawab : pertanyaan itu salah
Artinya pertanyaan itu jangan ditanyakan, Ahli Budha sendiri pun tidak bisa menjawab, tiada pula kita heran jika ahli Mistika jaman sekarang, yang sebesar Mahatma Gandhi, apakah ahimsa itu maka sang Mahatma memakai cara menjawab yang oleh Ahli Logika Yunani dinamai Circulo in Finiendo, ialah berputaar-putar tak ada habis-habisnya, seperti menghesta kain sarung.
Read More

Skeptisisme

Skeptisisme

Definisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Skep-tis adalah kurang percaya, atau ragu-ragu. Ragu - Ragu akan Pengalaman dan dunia yang dilihat. Sedangkan Skeptisisme adalah aliran ( paham ) yang memandang sesuatu tidak pasti.

Skeptisisme Menurut Filsafat
Skeptis adalah sifat meragukan akan sesuatu khusunya pada epistemologi. Sifat skeptis ini sudah ada pada zaman yunani kuno tapi pada zaman itu, mereka belum menamai paham mereka. Bapak Skeptis pertama kali yaitu Socrates. Karena Socrates sangat meragukan apa yang dia lihat dan dia pun meragukan dirinya sendiri. Tapi Paham Skeptis ini mulai dicetuskan pada zaman modern dengan filsafat modern, dan pencetusnya Rene Descartes dalam metode Ilmiahnya. Dalam Filsafat Sikap skeptis ini berarti meragukan semua hal dalam bentuk apa pun, untuk mencapai tujuan akhir yang tak tergoyahkan. Skeptis ini dalam filsafat yaitu metode untuk mencari kebenaran. Jadi Keraguan dalam Filsafat adalah posisi Filsafat dalam menanguhkan suatu hal hingga sampai pada tujuan akhir, yaitu hal yang tak tergoyahkan.

Skeptisisme Menurut Ilmu Pengetahuan
Menurut Ilmu Pengetahuan, Skeptis Merupakan hal yang sangat penting dalam meragukan semua peryataan  sebelum ada bukti dari apa yang dikatakan. Skeptisisme merupakan aliran penting dalam ilmu pengetahuan, karena suatu ilmu dapat ditemukan dan diyakini karena diawali dari sifat keraguan. Sifat inilah yang membawa ilmu sampai sedemikian banyak. Jadi Dalam Ilmu Pengetahuan Sikap Skeptis sangat diperlukan hingga mencapai suatu ilmu yang kemungkinan besar sulit dipatahkan.

Skeptisisme Menurut Agama
Skeptisisme dalam agama merupakan suatu hal yang sangat diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Maksud dari ya diperbolehkan karena manusia merupakan makhluk yang berfikir dan harus memiliki sifat keraguan. Dan Memiliki batas keraguan yaitu mencapai zat tuhan. Tidak diperbolehkan karena terlalu banyak ilmu dan teknolgi yang berkembang sangat pesat, sehingga banyak manusia yang lebih mempercayai ilmu dan teknologi sehingga agama pun mereka lupakan. Itulah sifat keraguan dalam agama yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.
Read More

PENDIDIKAN MANIFESTASI PLATO




Memang didalam negara ideal plato, pendidikan memperoleh tempat yang paling utama dan mendapat perhatian yang paling khusus dan istimewa, bahkan dikatakan bahwa pendidikan  tugas dan panggilan yang sangat mulia yang harus diselenggarakan oleh negara. Dapat dipahami mengapa plato memberi tempat dan peranan yang sangat istimewa bagi pendidikan didalam negara idealnya, karena plato hidup pada massa Athena sedang berada di ambang pintu kehancurannya. Dari pihak luar Sparta menaklukan Athena lalu membatasi kekuasaan Athena dalam wilayah Attica saja, sedangkan dari dalam para penguasa yang korup dan sistem demokrasi yang telah mengarah ke anarki semakin mempercepat proses keruntuhannya itu. Plato menyaksikan norma-norma hidup dan standar moralitas semakin kehilangan tempat dari tengah-tengah kehidupan manusia di negara kota Athena,begitu juga kebajikan, kebaikan, serta keadilan semakin tersingkir, dan salah satu korban yang membuat plato kecewa adalah kematian Socrates. Plato melihat kebobrokan masyarakat Athena yang semakin parah tidak dapat diobati dengan apapun kecuali pendidikan.

Pendidikanlah yang satu-satunya sanggup menyelamatkan manusia dan negara dari kehancuran dan kemusnahannya, itulah sebabnya pendidikan mendapat perhatian yang sangat besar dan amat istimewa didalam negara ideal plato. Apakah sebenarnya pendidikan itu?  Jadi pendidikan itu sebenarnya merupakan suatu tindakan dari pembebasan, dalam hal ini, pembebasan dari belenggu ketidaktahuan dan ketidakbenaran. Dengan pendidikan, orang-orang akan mengetahui apa yang benar dan apa yang tidak benar. Dengan pendidikan pula, orang-orang akan mengenal apa yang baik dan apa yang jahat, akan menyadari apa yang patut dan apa yang tidak patut, dan yang paling penting dari semua itu ialah bahwa dengan pendidikan “mereka akan dilahirkan kembali” maksudnya pendidikan harus dapat membentuk manusia seutuhnya, yakni manusia yang berhasil menggapai keutamaan atau moralitas jiwa dengan mengubah secara total sifat, prilaku, tindakan dan perbuatannya sehingga seorang itu menjadi sama sekali baru, bagaikan  yang baru saja dilahirkan kembali. Dengan demikian jelaslah pula bahwa peranan pendidikan yang paling utama bagi manusia ialah membebaskan dan membaharui. Pembebasan dan pembaharuan itu akan membentuk manusia yang utuh, yakni manusia yang berhasil menggapai segala keutamaan dan moralitas jiwa, yang akan mengantarnya ke ide yang tertinggi yaitu kebajikan, kebaikan dan keadilan.

Plato berpendapat bahwa pendidikan itu adalah tugas dan panggilan yang paling mulia yang harus diselenggarakan oleh negara. Tugas dan panggilan yang sangat mulia itu harus ditangani oleh pemerintah dan tidak boleh diserahkan kepada pihak lain demi menjamin setiap warga negara dapat memperoleh pendidikan yang baik dan benar dan agar pendidikan itu dapat berperan sebagaimana mestinya. Penyelenggaraan pendidikan oleh pemerintah sesungguhnya merupakan suatu gagasan yang baru, karena pada masa itu, negara Athena dengan pemerintahan yang demokratis sedikitpun tidak mau tahu dengan urusan pendidikan. Setiap orang bebas mendidik anak-anaknya sesuai dengan pandangan dan keinginan masing-masing. Bagi yang mampu, mereka bebas untuk membayar guru yang mana pun yang mereka sukai untuk mendidik anak-anak mereka. Pemerintah pada saat itu benar-benar mengabaikan dan mebelantarkan pendidikan yang sebetulnya amat menentukan jatuh bangunnya suatu negara.

Plato juga menekankan perlunya pendidikan itu direncanakan dan diprogramkan dengan sebaik-baiknya agar mampu mencapai sasaran yang diidamkan. Dengan kata lain, pendidikan yang baik haruslah direncanakan dan diprogramkan dengan sistematis agar dapat berhasil dengan baik.

Adapun ketiga tahap pendidikan yang direncanakan dan diprogramkan oleh plato bagi negara ideal, dibagi sesuai dengan tingkatan usia sebagai berikut :

PENDIDIKAN TAHAP PERTAMA

Pendidikan yang diberikan dalam program tahap pertama tediri dari dua bagian pokok, yakni pelajaran musik dan gimnastik. Ringkasnya gimnastik untuk tubuh dan musik untuk jiwa. Pengertian musik dalam bahasa yunani memiliki pengertian yang luas, istilah musik dalam bahasa Yunani yang digunakan plato meliputi puisi, kesusastraan, kesenian, musik dalam arti sempit, dan segala sesuatu yang bersifat intelektualitas.pelajaran musik akan dinyatakan berhasil dengan baik apabila ia telah berhasil menciptakan orang-orang yang tahu mencintai keindahan.

            Lewat proses pendidikan tahap pertama, plato mengharapkan terbentuknya manusia yang bermoral tinggi dan dengan itu ia siap menerima pengetahuan yang lebih luas, program pendidikan tahap pertama dapat diselesaikan pada usia tujuh belas atau delapan belas tahun dan setelah itu semua siswa harus mengikuti pendidikan tahap kedua yaitu pendidikan mliter secara intensif yang merupakan suatu ujian untuk melihat dan mengenal dengan lebih mendalam karakter mereka masing-masing. Ketika mereka mencapai usia tiga puluh tahun , diadakan seleksi tahap selanjutnya, sedangkan yang tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan pendidikannya ditetapkan menjadi tentara.

PENDIDIKAN TAHAP KEDUA

            Program pendidikan tahap kedua ini memerlukan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikannya, yakni dari usia dua puluh tahun sampai tiga puluh tahun. Yang diperkenankan mengikuti program ini hanyalah mereka yang telah berhasil dengan baik menyelesaikan pendidikannya pada program pendidikan tahap pertama dan lewat seleksi yang ketat sesudah mereka mencapai usia dua puluh tahun. Mata pelajaran yang diberikan terfokus ke ilmu eksakta seperti: matematika, astronomi, geometri, dan lain sebagainya. Dengan demikian, segala program yang diberikan dalam program pendidikan tahap kedua, bukanlah semata-mata untuk keperluan pofesional ataupun untuk memampukan manusia untuk memperoleh pengenalan yang terus-menerus berubah, melainkan untuk memperlengkapi manusia agar mampu memperoleh pengetahuan akan kebenaran yang sejati yang tak pernah mengalami perubahan itu, sehingga jiwa dimampukan untuk memandang realitas yang sesunguhnya di duni ide.

PENDIDIKAN TAHAP KETIGA

            Program study tahap ketiga merupakan tingkatan yang tertinggi dan terakhir dalam keseluruhan rencana pendidikan yang disusun oleh plato lewat negara idealnya. Lama pendidikan tahap ketiga ini ialah lima tahun, yakni dari usia tiga puluh tahun sampai tiga puluh lima tahun. Bagi mereka yang dengan gemilang telah menyelesaikan program pendidikan tahap kedua dan yang behasil melewati seleksi masuk untuk pendidikan tahap ketiga. Mata pelajaran khusus dalam program studi tahap ketiga itu ialah dialektika yang merupakan puncak dari semua pelajaran. Oleh karena dialektika merupakan puncak segala pengetahuan yang dipelajari. Maka mereka yang diperkenankan mengikuti program pendidikan tahap ketiga hanyalah mereka yang telah terbukti memiliki kemampuan istimewa, yaitu kemampuan untuk melepaskan diri dari belenggu dan ikatan dari realitas yang ada di dunia inderawi dan beralih kepada ada yang sesungguhnya yang berada di dunia realitas sejati. Sesudah lima tahun  mereka mempelajari dialektika, cakrawala pemikiran mereka akan menjadi begitu luas dan dengan kemampuan intelektual yang tinggi mereka akan sanggup meraih kebajikan, kebaikan, dan keadilan, yang dengan itu pengetahuan mereka sesungguhnya telah sempurna dan telah mencapai batas akhir dar segala batas yang aa didunia intelektual.

            Setelah mereka menyelesaikan seluruh program pendidikan dengan hasil yang memuaskan, “mereka harus dibawa kembali ke dalam gua” agar mereka bisa belajar memimpin dibawah bimbingan para pemimpin yang telah berpengalaman. Selama masa bimbingan itu mereka harus menunaikan tugas-tugas negara dalam berbagai jabatan yang pantas dijabat oleh orang-orang muda. Masa bimbingan itu berlangsung sampai selama lima belas tahun, yang berarti baru berakhir ketika mereka telah berusia lima puluh tahun. Sesudah mereka mencapai usia lima puluh tahun barulah mereka diperkenankan untuk ikut memerintah negara, yaitu bagi mereka yang telah membuktikan diri bahwa mereka benar-benar cakap memimpin, memiliki karakter yang terpuji, dan memiliki moralitas yang tinggi.













Ramanda Ade Putra
Read More

APAKAH ANDA MENGENAL PLATO DAN KARYANYA YANG MENGGUNCANG DUNIA

filusuf plato
Tempat dan kelahiran filsuf ini tidak diketahui dengan pasti, ada yang mengatakan ia lahir di Athena. Ada juga yang mengatakan Aristokles lahir dipulau Aegina. Demikian juga dengan tahun kelahirannya, ada yang mengatakan ia lahir 428 SM. Ada juga yang mengatakan beliau lahir 427 SM. Yang pasti ialah, Aristokles lahir dalam suatu keluarga Aristokrasi Athena. Yang turun menurun mempunyai peranan yang amat penting dalam kehidupan politik di Athena.
Read More