Sejarah Metode Ilmiah

Pada zaman pra Socrates terdapat dua kaum yang berbeda dalam mencari suatu kebenaran terhadap realitas. Ia adalah kaum Rasionalis dan kaum Empirik, dua kaum ini mempunyai keunikan untuk mencapai suatu kebenaran dalam mengidentifikasi sebuah realitas.




Kaum Rasionalis

Kaum Rasionalis dalam mencari suatu kebenaran menggunakan daya nalar / rasio, dan kaum ini lebih berkonsentrasi kepada disiplin pemikiran dalam menentukan suatu kebenaran, bahkan sebagian yang beregang teguh pada cara berpikir apriori tidak terlalu percaya dengan panca indera karena baginya panca indera dapat menipu dalam menelaah suatu kebenaran sebuah objek yang sedang diidentifikasinya. Maka kaum ini cara berpikirnya menggunakan metode deduksi (menelaah dari umum ke khusus),

Contoh :          P1 : Semua makhluk hidup pasti akan meninggal

                        P2 : Udin adalah manusia

                        P3 : Maka Udin akan meninggal

Inilah yang disebut cara berpikir dalam sebuah pernyataan yang umum menjadi pernyataan yang lebih spesifik lagi atau khusus. Dan kaum ini sering sekali disebut kaum yang mempunyai faham Apriori.

Kaum Empirik

Kaum Empirik dalam mencari suatu kebenaran sangat berbeda dengan kaum Rasionalis, kaum ini tidak begitu percaya dengan daya nalar dalam mengidentifikasi suatu kebenaran, karena jika menggunakan daya nalar tanpa melakukan penelitian atau pengalaman bagi mereka akan menjadi asumsi saja, dan cara kaum Empirik dalam mengidentifikasi suatu kebenaran yaitu dengan menggunakan pancainderanya , atau bisa dibilang kaum yang cara berpikirnya menggunakan metode induksi (menelaah dari khusus ke umum),

Contoh  :        

                          Jika selama bulan Oktober dalam beberapa tahun yang lalu hujan selalu

                          turun

Kesimpulan:    maka setiap bulan Oktober akan selalu turun hujan

Inilah yang disebut cara berpikir dalam sebuah pernyataan yang khusus ditarik kesimpulannya menjadi pernyataan yang general atau umum, dan kaum ini sering sekali disebut kaum yang mempunyai faham Aposteriori.

Kaum Rasionalis dan Empirik mempunyai logikanya masing-masing, dan dua kaum ini-pun mempunyai kelebihan dan kekurangannya dalam mengidentifikasi suatu objek, maka dari itu beberapa para filsuf/ilmuwan mencoba menggabungkan cara berpikir dua kaum ini, yang sekarang kita kenal dengan nama metode ilmiah, jadi berpikir ilmiah itu ada dasarnya penggabungan antara cara berpikir kaum Rasionalis dan kaum Empirik, maka dari itu metode ilmiah harus mempunyai pemikiran yang konsisten dan kebenarannya teruji secara empirik.



Artikel Menarik Lainnya



0 komentar:

Poskan Komentar