Sebuah sajak Irama di malah hari

Malam ini indah.

Kendaraan roda empat dan  roda dua, berlalu lalang disepanjang jalan ini, diikuti angkutan becak dengan seni goesnya.

Keindahan malampun semakin bertambah saat bintang bernari-nari di langit nan gelap yang menyimpan berjuta-juta rahasia alam yang tiada satu manusiapun tahu.

Sayapun bisa mengikuti irama malam ini dengan sebatang rokok dan alunan angin malam yang mengelilingi tubuh yang bau tak menentu ini.

Teruslah munculkan keunikan mu

Hingga jasadku tidak kuat mengikutimu atau hingga matahari yang akan memisahkan kita.









Penulis : Ramanda Ade Putra
Read More →

APALAH GUNA NEGARA INI. . ?

galih susanto

Negara ada bukan hanya sekedar ada, banyak hal yang harus dilakukan oleh Negara. Negara Indonesia terbentuk bukan dikarenakan factor kebetulan semata,melainkan sebuah cita-cita bersama seluruh element masyarakat yang ingin hidup dengan merdeka dan bebas dari penjajahan bangsa(Negara) lain. Masyarakat yang pada waktu itu masih terpecah-pecah yaitu terdiri dari beragai macam suku-suku dan budaya yang berbeda pada akhirnya bersatu-padu membentuk sebuah Negara yang berdaulat dengan harapan masyarakat yang tadinya terjajah dan hidup dalam belenggu kemiskinan,tertindas,dan tidak bisa menentukan masa depanya sendiri, dengan bersatunya mereka membentuk sebuah Negara ini masyarakat dapat hidup makmur dan sejahtera serta mampu menentukan masa depanya sendiri . Hal ini juga telah tertera dalam konstitusi Negara yaitu UUD 1945, yang didalamnya tertera secara gamblang tentang maksud dan tujuan terbentuknya Negara berserta tugas dan kewajibannya.

Maksud dan tujuan terbentuknya Negara adalah buka lain untuk menciptakan kesejahteraan,keadilan,kemakmuran dan rasa aman bagi masyarakatnya. Jadi tugas dan kewajiban Negara adalah mewujudkan maksud dan tujuan tersebut, tugas dan kewajiban Negara memang sangat berat, namun itulah fungsi dari terbentuknya Negara ini, untuk dapat mewujudkanya Negara harus mampu mengintepretasikan pedoman yang ia miliki ( UUD 1945 ) dalam menjalankan roda pemerintahanya, baik dalam membuat sebuah kebijakan nasional maupun dalam pembuatan Hukum-hukum dalam Negara dengan berpanduan  dan tanpa melenceng dari pedoman yang sudah ada. Bukan menjadi sebuah keniscayaan masyarakat Negara ini akan hidup makmur,sejahtera, dan terpenuhinya rasa aman dalam sendi-sendi kehidupanya. Namun semua hal itu mungkin hanya sebatas angan disiang bolong jika kita melihat kondisi masyarakat pada sekarang ini. Negara seakan-akan tak mempunyai daya upaya dalam menangani segala permasalahan kompleks yang terjadi di Negara ini, sementara masyarakat sangat mengharapakan Negara mampu menunaikan tugas dan kewajibanya kepada masyarakatnya, sesuai amant konstitusi Negara kita.

Kemakmuran,kesejahteraan mungkin masih seperti mimpi disiang bolong ,masih banyak masyarakat  hidup dalam keadaan yang memprihatinkan bahkan jauh dari kata layak. Seperti kita ketahui bersama dan juga telah banyak ditayangkan di berbagi media-media masa ternyata banyaknya kelalaian yang dilakukan oleh Negara sehingga banyak masyarakat yang telah terenggut kemerdekaanya oleh Negara. Sebuah contoh kecil dari sekian banyaknya kelalaian yang dilakukan oleh Negara, jika kita perhatikan masih banyak anak-anak dibawah umur yang notabenya adalah para penerus bangsa namun kemerdekaanya telah direnggut oleh Negara, direnggut dalam artian anak-anak dibawah umur yang seharusnya mengenyam pendidikan dibangku-bangku sekolah namun mereka tidak pernah menikmati apa yang dinamakan pendidikan itu tadi, bahkan merekapun tak pernah mengenal kata pendidikan,mereka dipaksa  mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Masa-masa kecil yang harusnya menjadi masa indah yang  dipenuhi bergai proses pembelajaran dan bermain telah hilang dari kehidupan mereka, yang ada hanya banyang-bayang hidup dalam kemiskinan. Hal ini membuktikan bahwa Negara telah merenggut kemerdekaan para penerus bangsa karena negar tidak mampu  memakmurkan dan mensejahterakan masyarakatnya, bahkan menjadi hal yang ironis ketika Negara menutup mata dan telinga akan hal tersebut, seharusnya Negara peka dan membuat sebuah kebijakan nasional guna menangani hal itu, namun ketika Negara sudah tidak mampu melaksanakan tugas dan kewajibanya , maka yang harus dipertanyakan adalah apalah guna Negara ini. . . .?


By : Galih Susanto
Read More →

Mampukah Indonesia Bertahan Melawan Upaya Jeratan Kaum Capitalis

Mampukah Indonesia Bertahan Melawan Upaya Jeratan Kaum Capitalis

Mampukah Indonesia Bertahan Melawan Upaya Jeratan Kaum Capitalis - Indonesia Negara yang multikultur,Negara dengan Suber Daya Alam yang sangat melimpah ruah, mulai dari mineral,gas,air sampai minyak bumi semua ada di negeri ini , Negara ini terbentuk bukan tanpa perjuangan melainkan melalui perjuangan yang tak kenal lelah para pahlawan bangsa melawan para penjajah demi merebut kemerdekaan bangsa Indonesia, sudah selayaknya kita sebagai bangsa yang besar harus mampu menghormati jasa para pahlawan dan terus memperjuangkan kemerdekaan Negara dari segala bentuk penjajahan, baik penjajahan dalam segi ekonomi. Sudah bukan menjadi hal yang aneh di era Globalisasi ini semua Negara berlomba-lomba menjadi Negara yang paling berkuasa di muka bumi, semua Negara secara perlahan tapi pasti mulai melakukan ekspansi ekonomi ke Negara lain, dengan cara menguasai Negara tersebut di bidang ekonomi, karena ketika perekonomian sudah dapat dikusai maka secara otomatis Negara tersebut sudah ada digenggaman. Perlu kita ketahui Negara ini adalah Negara berdaulat, selayaknya Negara yang berdaulat seharusnya negara menentukan nasibnya sendiri tapi kenyataan yang terjadi Negara tidak mampu menentukan masa depanya sendiri, masa depan Negara ini telah diatur sedemikian rupa oleh orang-orang capitalis, contoh yang konkret ketika isu naiknya harga minyak dunia, pemerintah langsung kalang-kabut menanggapi isu tersebut dan secara arogansi berencana menaikan harga BBM dinegara ini tanpa melalui pertimbangan-pertimbangan yang matang, pemerintah seakan-akan tak mempunyai daya dan upaya terkait hal tersebut dan secara sadar mengikuti rencana busuk kaum Capitalis untuk menyeret negara ini masu ke dimensi pasar bebas yang sengaja diciptakan oleh kaum-kaum capitalis, sudah selayaknya sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat Negara mampu melawan rencana-rencana kaum capitalis tersebut, karena sesuai dengan apa yang kita ketahui bersama bahwa rencana tersebut bukan lain adalah untuk menguasai perekonomian Negara ini dengan cara melemahkan campur tangan pemerintah dalam segala hal tanpa terkecuali ekonomi Negara.

Seperti kita ketahui jika kaum capitalis selalu berusaha masuk ke Negara-negara berkembang (Indonesia) melalui segala sector, dan jalan masuknya pun sangat beragam,mulai dengan berpura-pura memberikan pinjaman lunak tapi dibalik itu mereka memberikan syarat-syarat dalam memberikan pinjaman tadi (IMF,WB), mereka juga coba masuk melaui kebudayaan masyarakat , dan secara perlahan kebudayaan asli Negara ini akan menghilang ditelan kebudayaan kaum Capitalis (berpakaian tidak menutupi aurat) , tidak hanya itu , kaum Capitalis selalu berusaha menjadikan masyarakat kita menjadi masyarakat yang konsumtif, sehingga produk-produk mereka laku terjual dan dapat memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, belum lagi uasaha penguasaan sumber-sumber daya alam dan produksi yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak yang sudah mulai terjadi, dan pada akhirnya Negara atau bangsa ini akan menjadi Negara yang terjajah lagi, terjajah dalam segi ekonomi dan segi kebudayaan. Namun kita sadar dan yakini bahwa kita Negara yang berdaulat bisa melawan para kaum capital, kita tidak membutuhkan kaum Capitalis karena kita pada dasarnya adalah Negara yang kaya dalam segala hal , jadi mereka lah yang membutuhkan kita. Jika kita sadari dalam ideologi bangsa ini yaitu Pancasila terdapat banyak nilai-nilai luhur yang tersurat didalamnya, dan jika kita mampu memahaminya bukan menjadi sebuah keniscayaan bangsa/Negara ini dapat melawan para kaum Capitalis yang mencoba menjajah kita kembali. Namun nilai-nilai yang tersirat ataupun tersurat dalam Pancasila juga tidak akan menjadi apa-apa ketika Pemerintah tidak pernah mengimplementasikan nilai tersebut dalam proses penyelenggaraan Negara, apa lagi jika mereka-mereka yang mengatur Negara adalah antek-antek kaum capitalis, maka sudah dapat dipastikan kita akan menjadi negar jajahan kaum Capitalis .
Read More →

Negara Ku Dilema Terhadap Demokrasi dan Wakil Rakyat Menari-nari

Negara Demokrasi
Negara Demokrasi



NEGARA KU DILEMA TERHADAP DEMOKRASI DAN WAKIL RAKYAT MENARI-NARI

Negara ku adalah Negara yang indah, Negara ku adalah Negara yang merdeka, Negara ku terkenal dengan Negara yang subur alamnya, Negara ku negara Pancasila, Negara ku adalah Negara Indonesia.

Negara yang melindungi aku dari kehidupan yang nista ini. Dimana aku berdiri saat ini. Disinilah Negaraku, kemerdekaan Negara membuat rakyat bebas beraspirasi, karena Negaraku adalah Negara Demokrasi.


Lalu mengapa? mengapa? dan mengapa? rakyat seakan-akan sedih terhadap Demokrasi, tidak usahlah kalian dilema atau sedih, karena kita berada di Negara yang Demokrasi,dan kita mempunyai wakil-wakil yang mengaspirasikan suara kita (suara rakyat).

Seperti hujan deras yang turun ke Bumi ini dan membuat tanaman, pepohonan, dan rerumputan menjadi subur dan tumbuh sebebas bebasnya di alam ini, seperti itu juga Kemerdekaan Indonesia yang melahirkan Demokrasi dan membuat Partai-Partai Politik dan Wakil Rakyat tumbuh subur di Negara ini.


Tapi mengapa suara kita seakan-akan hanya terambang saja ditangan Wakil Rakyat? Apakah ini yang dikatakan Demokrasi? Lalu mengapa wakil-wakil kita (Wakil Rakyat) seakan-akan tidak memperjuangkan kesejahteraan kita, apakah mereka benar benar Wakil Rakyat? Atau mereka yang duduk di Parlemen adalah wakil bagi dirinya sendiri? Jika begitu siapa Wakil kita yang akan memperjuangkan apirasi rakyat demi tercipta kesejahteraan rakyat.

Negara ku Indonesia sedang dilema terhadap demokrasi dan wakil-wakil rakyat sedang menari-nari diatas kedilemaan rakyatnya


Penulis : Ramanda Ade Putra
Read More →

Filsafat adalah kebutuhan (khususnya untuk masyarakat Indonesia)


 Kebutuhan Filsafat Indonesia

Filsafat mempertanyakan realitas manusia secara mendasar, ia adalah ilmu yang mendekti persoalan-peroalan secara prinsipal. Oleh karena itu filafat sering memberikan kesan abtrak dan amat teoritis, rupa-rupanya filsafat yang diminati oleh kebanyakan Masyarakat bukan filsafat sebenarnya, sedangkan filafat dalam arti sebenarnya jarang diminati. Tetapi justru filsafat yang sebenarnya : filsafat sebagai pemikiran kritis dan tertib mempunyai fungsi yang tak tergantikan dalam Masyarakat Indonesia yang sedang membangun sebagai kritik Ideologi. Filsafat memang suatu ilmu yang aneh betul.


Diminta memberikan definisi saja para Filsuf sudah kewalahan dan kalau ada yang memberikannya, pasti filsuf filsuf lain akan mengatakan bahwa filsafat justru bukan itu. Coba bagaimana sebuah kamus filsafat mendefinisikan filsafat: Apa itu filsafat dan apa nilainya itu dipertentangkan?


Ada yang mengharapkan kebenaran yang luar biasa dari padanya, ada yang membuangkannya sebagai cara berpikir yang ngaur saja, ada yang memandangnya dengan penuh rasa hormat sebagai usaha penting dari orang-orang luar biasa atau meremehkan sebagai lamunan orang yang suka mimpi, ada yang menganggapnya perkara yang penting bagi siapa saja dan oleh karena itu mesti sebetulnya sederhana dan mudah dimengerti ataupun dianggap sedemikian sulit sehingga putus asa untuk mempelajarinya.

Kalau dalam filsafat kita mau memberikan sebuah pandangan dunia yang menyeluruh, maka filsafat kita memang sudah usang. Bukan itu yang diharapkan oleh masyarakat dari kita. Memberikan pandangan dunia itu tugas Agama-agama, tugas kepercayaan-kepercayaan segala macam, baik yang berifat keagamaan maupun yang bersifat sekuler, karena filsafat tidak menambahkan suatu kepercayaan baru begitu pula, 
kalau berfilsafat dipakai sebagai pentil untuk melamun, saya kira filsafat macam itu tidak diperlukan, biarpun laku dalam Masyarakat, biarpun dapat kita jual kepada orang awam sebagai “Kebijaksanaan” sebenarnya kita kibulkan Masyarakat dengan itu. Kita akan menjadi tukang candu sebagaimana dituduhkan Karl Marx kepada Agama, bukan itu yang dalam pandangan saya diperlukan Masyarakat Indonesia
Saya kira yang dibutuhkan Masyarakat Indonesia adalah filsafat tentang disiplin ilmiah yang bertugas untuk membuat kita dapat memahami implikasi-implikasi dari segala gejala yang setiap kali membanjiri kita, agar kita dapat menilainya, mengkritiknya, menemukan jarak dan dapat mengambil sikap terhadapnya. Dalam ini saya merasa dibenarkan oleh perhatian yang semakin besar terhadap bahaya ideologi-ideologi modern dan perlunya usaha filsafat untuk melawannya, karena filsafat jaman sekarang bergulat dengan masalah-masalah dalam Masyarakat sekarang.

Harus membuat kita melihat dengan tajam dan kritis apa yang sedang terjadi disekeliling kita, dimana kita pun mau tak mau tersangkut, bukankah seakan-akan seluruh masyarakat harus ataupun dapat belajar filsafat ilmiah seperti itu. Filsafat itu ecara langsung tetap terbatas pada lingkungan Universitas dan lingkungan kaum intelektual, tetapi lingkungan itu sebagai keseluruhan secara dialektis mempunyai peran dalam menciptakan suasana kesadaran seluruh masyarakat



Kesimpulannya:
Maka pandangan saya bahwa filsafat secara khusus adalah:
-         Filsafat secara kritis harus menyertai ilmu-ilmu soial dalam sikap mereka terhadap kompleks masalah hubungan antara idividu, institusi, dan ideologi
-         Filsafat dapat membantu untuk merefleksikan kembali kedudukan agama didalam kompleks itu tadi, dan sekaligus menjadi basis dialog antara Agama
-         Filsafat mengupas ideolog-ideologi terkemuka yang menentukan iklim nasional dan international seperti:Kapitalisme, Marxisme, Komunisme, Sosialisme, Elitarisme, Pragmatime, Kepercayaan-kepercayaan kepada Teknologi, Ideologi tentang kemajuan, dan lain-lainnya 
     

Penulis: Ramanda Ade Putra
Read More →

Teman Yang Menemani


Teman sehidup dan semati, teman senasib, teman suka maupun duka , teman abadi,atau teman selamanya. Percayakah anda dengan itu? Lalu apa itu teman? Kenapa harus dengan kata teman? Kenapa bukan temen atau temin, kenapa harus diberi nama teman?
Walaupun karakter teman seperti itu, hanya seperti dongeng dongeng sebelum tidur yang diceritakan oleh orangtua agar kita tidur dengan lelap, di bawah bintang bintang yang bersinar dengan kelap kelip dan bulan yang memancarkan cahaya dengan minimnya, ditengah malam bersama angin yang berhembus sampai menusuk rongga rongga tulang berulang kita.
A ; Saya mempunyai teman yang seperti itu
B : Mustahil! tidak ada teman yang berkarakter seperti itu, kalau ada teman yang seperti itu, pasti hanya imajinasi kamu saja
A : Ini benar, saya mempunyai teman yang seperti itu, mampu menemani saya setiap detik,setiap hembusan napas saya dan mampu mengarahkan atau memotivasi saya, bahkan jika saya terasingkan maka dia juga akan terasingkan bersama-sama dengan saya
B : Jika kamu punya teman seperti itu, coba kenalkan ke saya, saya ingin tahu manusia seperti apa dia
A : dia adalah pemikiran saya
B : dasar bodoh semua orang pasti punya pemikiran, aneh sekali pemikiran dianggap sebagai teman hahaha!
A : Semua manusia memang mempunyai pemikiran tetapi hanya sedikit manusia yang memakai pemikirannya secara jernih dan tercerahkan
B : Apa maksutmu?
A : Kebanyakan manusia di bumi yang kian indah ini, tidak mengerti akan kehidupan mereka sendiri, karena mereka sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan yang sangat mempunyai potensi untuk menjadi kaya secara materi dan membuat mereka menjadi malas untuk berpikir secara sungguh-sungguh tentang hakikat mereka.
B : Wah pati kamu sudah gila, saya tida mengerti!
A : Pasti kamu tidak mengerti, karena kamu sedang tidak memakai pemikiran kamu, mungkin pemikiranmu tertinggal dirumah, atau jatuh di selokan
B : Dasar Orang gila!, pantas tidak ada yang mau menemanimu
A : Pemikiranlah yang mampu menemani saya hingga kematian mencabut jiwa saya dari raga ini, karena saya hanya titipan sang illahi

Penulis : Ramanda Ade Putra
Read More →

Negara Hukum Hanya Sebuah Slogan Semata


 Negara Hukum
Negara ini Negara Hukum,segala sesuatunya harus bisa dipertanggung jawabkan dimuka hukum, kata-kata itu yang selalu muncul diotak  saya ketika melihat suatu proses peradilan, Negara yang berazaskan hukum dimana semua orang mempunyai kedudukan yang sama dimuka umum, terlepas dia orang kaya ,orang  miskin bahkan seorang Pemimpin Negara sekalipun, semua orang dianggap sama dalam hukum, kedudukan yang sama dalam hukum tersebut bahkan telah tertuang dalam UUD 1945 Pasal 27, telah kita ketahui bersama  jika UUD 1945 merupakan landasan Konstitusi di Negara ini, semua tindakan dan prilaku masyarakat telah diatur dalam konstitusi tersebut, maka sudah benar jika Negara tercinta ini adalah Negara Hukum, namun yang menjadi pertayaan jika Negara ini Negara hukum dan semua masyarakat mempunyai kedudukan yang sama dimuka umum, kenapa masih ada tindak diskriminasi dalam hukum.

Diskriminasi dalam hukum di Negara tercinta ini sudah bukan menjadi hal yang tabu, contoh yang kecil  adalah ketika seorang nenek tua  renta yang mencoba memungut buah kapuk yang telah jatuh dari pohon disebuah perkebunan, namun dituduh mencuri buah kapuk tersebut, bahkan yang lebih miris/memprihatinkan ketika nenek tua renta tersebut sampai diproses ke pengadilan dan dinyatakan bersalah, layaknya buah yang jatuh dari pohon maka siapapun boleh memungutnya tanpa terkecuali nenek tersebut, hal ini jauh berbeda dengan kasus-kasus yang dialami oleh orang kaya atau para pejabat di Negara ini, banyak diantara para pejabat pemerintahan yang korupsi bermilyar-milyar namun sampai sekarang tak tersentuh oleh hukum, jangankan untuk diproses layaknya seorang pencuri uang rakyat, dilakukan penyelidikan oleh oknum penegak hukumpun tidak pernah, Negara  ini adalah Negara hukum, tapi hukum dinegara ini hanya untuk mereka-mereka yang tidak mempunyai uang atau jabatan, bagi orang yang mempunyai uang ataupun jabatan maka dapat dipastikan mereka kebal terhadap hukum. Makna Hukum dinegar ini sudah jauh dari hakekatnya, hukum sudah seperti mainan untuk mereka-mereka yang kebal kepadanya,  Ketika hukum sudah menjadi komoditi, masih adakah keadilan dinegara ini ???.

Keadaan yang telah digambarakan diatas menjadi landasan kenapa masyarakat negeri ini sudah tidak percaya bahwa hukum ada untuk mengatur kehidupan masyarakat guna menciptakan kehipuan masyarakat yang adil dan makmur. Jika hukum tidak dapat ditegakan, sedangkan para pembuat hukum sudah tidak mampu mencipatakan hukum yang seadil-adilnya, hukum yang tidak berpihak kepada kepentingan segelintir orang. Dan penegak hukum beralih fungsi menjadi pelindung bagi mereka-mereka yang melanggar hukum , dan pada akhirnya pun bahwa Negara ini adalah Negara hukum hanya menjadi slogan/jargon semata.

Penulis : Galih S.
Read More →