Perubahan


PERUBAHAN


Ketika perubahan merubah diri ini, maka kenangan yang akan menjadi parameter tersendiri.
Dimana dahulu lingkungan itu seperti anjing yang menggonggong dengan perkasanya,merebut wilayah dengan sekelompok orang yang tak berbelas kasih, menindas si lemah berteman dengan yang kuat. merasa bahagia diatas penindasan orang tak bernyali.

Dan sekarang makhluk di jasad ini sepertinnya dengan amat tenang dan berani melawan goresan pedang. hingga tak takut terasingkan asalkan idea ini selalu kubawa.

Maaf ibu, maaf bapak, maaf teman, maaf semuanya. mungkin kalian pikir ini arogansi. bagiku ini adalah jiwa yang membara, tak tahu sampai kapan akan padam. semua akan berjalan sesuai dengan waktunya, hingga pada akhirnya apakah kondisi yang bisa mengalahkan pemikiran ini, atau kematian yang akan mengalahkannya.

Berbahagialah bagi mereka yang belum tahu. Berjuanglah bagi mereka yang sedikit tahu.
Dan sial lah bagi mereka yang tidak pernah mau tahu. Karena semua ini hanyalah kemungkinan kemungkinan




By : Ramanda Ade Putra
Read More →

Filsafat Ilmu Pengetahuan


FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN



Ilmu pengetahuan adalah satu nilai yang sudah konfrehensif, sistematis dan koheren bahkan sampai terkesan teorities jika kita ingin menganalisa lebih dalam, ilmu pengetahuan sudah menjadi satu kebutuhan bagi manusia. Mau tidak mau sebenarnya kita sudah dijejali ilmu pengetahuan dari sekolah dasar hingga perkuliahan, tetapi ilmu pengetahuan tidak hanya ada di bangku pendidikan saja, jika pandangan kita tentang ilmu pengetahuan hanya berorientasi pada akademik, maka pandangan kita masih terlalu sempit untuk mendefinisikan ilmu pengetahuan.
Dari aspek historis, ilmu-ilmu terapan sebenarnya jauh lebih tua dibandingkan dengn ilmu-ilmu apriori dan aposteriori. Penerapan tertua misalnya, seleksi antara tumbuhan dan hewan yang dapat dimakan atau dapat digunakan sebagai obat (herbal), atau yang mengandung racun, pertukaran musim yang dapat dimamfaatkan bagi kebutuhan pertanian dll. Namun yang menjadikan suatu pengetahuan sebagai ilmiah bukannya pengetahuan itu dapat diterapkan, melainkan karena sifatnya sebagai hasil pemahaman secara teorities.
Pada abad 15 ilmu pengetahuan semakin matang. Penggabungan pola pikir apriori dan aposteriori yang menjadi metode ilmiah, dan disitulah asal muala jaman Renaisans dan Humanisme. Manusia dilihat sebagai pribadi individual dan yang berkuasa (dari aspek kesenian, politik, filsafat, agama, gerakan-gerakan anti agama, teknik, dll).
Bahkan ilmu pengetahuan tidak hanya bersifat kontemplatif dan teorities (Aristoteles), melainkan pertama tama mencari keuntungan dengan cara memperkuat kuasa manusia di bumi ini (Paham ini berkembang kuat di dunia barat)
Contohnya : Penemuan percetakan mempelancar perkembangan informasi dan penyebaran buku-buku pengetahuan, penemuan mesiu memperbesar kemungkinan memenangkan peperangan, dan penemuan kompas/radar memungkinkan manusia menrungi lautan.
Selain itu ilmu pengetahuan juga harus dipondasikan dengan filsafat, seperti salah satunya adalah moral, walaupun ilmu dan moral adalah dua bidang yang memiliki karakteristik berbeda dan kendati keduanya menyangkut pengetahuan yang dimiliki manusia.
Setiap ilmi pengetahuan memiliki paling kurang tiga komponen utama yang mendukungnya yaitu, ontologi (merupakan asas dalam menetapkan ruang lingkup yang menjadi objek telaah dan penafsiran tentang hakikat realitas dari objek telaah tersebut), epistemologi (asas tentang cara materi pengetahuan diperoleh dan dibentuk menjadi suatu tubuh pengetahuan, dan aksiologi (asas penggunaan pengetahuan yang telah diperoleh dalam tubuh pengetahuan.
Maka sangat jelas bahwa ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah natural atau tidak berpihak ke kubu positif maupun negatif, tetapi dengan pondasi pondasi falsafah seharusnya ilmu pengetahuan menjadi salah satu nilai yang positif bagi manusia, maupun ditinjau dari perspektif religius, sosial, kebudayaan, dll. Dan ilmu pengetahuan harus mampu mempunyai kejelasan kejelasan yang obyektif terhadap kebenaran realitas
  

Penulis : Ramanda Ade Putra
Read More →

Krisis Kepercayaan

Dijaman yang boleh dibilang amburadul ini hampir semua orang merasakan krisi kepercayaan, mempercayai orang  sama saja kita menyerahkan keselamatan kita ke orang yang kita percaya, sungguh suatu keadaan yang cukup miris , di saat kita mengidam-idamkan suatu perubahan ke arah yang lebih baik justru semakin banyak orang yang merasa tidak ingin mempercayai orang lain, rasa saling curiga atar individu menjangakit dimana-mana, kepada siapakah kita harus percaya ???,  Perubahan akan sulit tercapai jika masing-masing individu menaruh rasa curiga ke orang lain diluar kelompok mereka, jangankan untuk saling percaya, untuk sejenak melupakan egois kita masing-masingpun kita masih sangat sulit, kita telah terjebak ke dalam belenggu dimensi egoisme, perubah akan tercapai  jika kita bersatu , behimpun ,berkumpul menguatkan basis untuk berjuang maraih perubahan, sejarah telah mencatat bahwa perubahan dapat terwujud jika semua element bersatu merenggut perubahan itu, tidak sedikit pengorbanan yang harus direlakan saat kita ingin mencapai suatu perubahan , mulai dari berkorban materi,waktu bahkan yang terekstrim berkorban jiwa dan raga demi tercapainya suatu perubahan yang sangat didambakan oleh semua kalangan  masyarakat.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 akhirnya perubahan yang telah lama diidamakan oleh bangsa ini tercapai juga, Masyarkat  dengan susah payah akhirnya dapat mencapai perubahan yang memang sangat didambakan dari sejak dahulu yakni perubahan nasib dari bangsa yang terjajah menjadi bangsa yang merdeka. Semua itu tidak didapat dengan Cuma-Cuma, butuh kemauan dan juga dukungan dari semua kalangan masyarakat, kondisi masyarakat yang sangat hetrogen pada waktu itu tidak menjadi hambatan dalam proses pencapaian perubahan yang diinginkan, semua masyarakat bersatu dan saling mempercayai satu sama lain, mereka percaya bahwa jika mereka bersatu tanpa ada rasa curiga dikalangan mereka, maka bukan menjadi sebuah keniscayaan jika perubahan ke arah yang lebih baik dapat tercapai, hasilnya pun seperti sekarang yakni bangsa ini telah menjadi bangsa yang bebas dan merdeka bukan lagi bangsa yang terjajah.
percaya
Jika di saat era kemerdekaan semua elemen masyarakat saling percaya satu sama lain namun lain hal dengan kondisi yang sekarang terjadi dimasyarakat, rasa saling percaya antar satu dengan yang lainya hampir  punah/hilang, rasa curiga antar individu semakin menjangkit  ke semua masyarakat, yang dipercaya hanya orang-orang yang berlatarbelakang sama denganya. Hal ini bukan tanpa sebab, coba kita bercermin sejenak, melihat ke sekeliling kita , betapa hal ini tidak terjadi jika individu kehilangan rasa kepercayaan ke individu yang lain bahkan kepada wakil-wakil mereka di pemerintahan, Mereka-mereka(Pemerintah) yang seharusnya dijadikan panutan oleh masyarakatnya saja bertidak tidak semestinya, mereka selalu mengumbar janji-janji manis ketika ingin mendapatkan dukungan tapi ketika mereka sudah menduduki jabatan yang didinginkan, mereka lupa akan janji-janjinya, dan akhirnya janji hanya menjadi janji kosong belaka. Perilaku mereka-merka yang menamakan diri wakil rakyat  sudah membuat rakyat kecewa, maka tidak heran jika masyrakat mengalami krisis kepercayaan kepada wakil-wakil mereka di dalam pemrintahan, jika kondisi ini tidak terselsaikan maka tidak menjadi hal yang aneh jika suatu saat masyarakat sudah tidak percaya sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh mereka dan menginginkan adanya perubahan yang terbaru ( Revolusi ) demi kebaikan masyarakat. 
Read More →

Sebuah sajak Irama di malah hari

Malam ini indah.

Kendaraan roda empat dan  roda dua, berlalu lalang disepanjang jalan ini, diikuti angkutan becak dengan seni goesnya.

Keindahan malampun semakin bertambah saat bintang bernari-nari di langit nan gelap yang menyimpan berjuta-juta rahasia alam yang tiada satu manusiapun tahu.

Sayapun bisa mengikuti irama malam ini dengan sebatang rokok dan alunan angin malam yang mengelilingi tubuh yang bau tak menentu ini.

Teruslah munculkan keunikan mu

Hingga jasadku tidak kuat mengikutimu atau hingga matahari yang akan memisahkan kita.









Penulis : Ramanda Ade Putra
Read More →

APALAH GUNA NEGARA INI. . ?

galih susanto

Negara ada bukan hanya sekedar ada, banyak hal yang harus dilakukan oleh Negara. Negara Indonesia terbentuk bukan dikarenakan factor kebetulan semata,melainkan sebuah cita-cita bersama seluruh element masyarakat yang ingin hidup dengan merdeka dan bebas dari penjajahan bangsa(Negara) lain. Masyarakat yang pada waktu itu masih terpecah-pecah yaitu terdiri dari beragai macam suku-suku dan budaya yang berbeda pada akhirnya bersatu-padu membentuk sebuah Negara yang berdaulat dengan harapan masyarakat yang tadinya terjajah dan hidup dalam belenggu kemiskinan,tertindas,dan tidak bisa menentukan masa depanya sendiri, dengan bersatunya mereka membentuk sebuah Negara ini masyarakat dapat hidup makmur dan sejahtera serta mampu menentukan masa depanya sendiri . Hal ini juga telah tertera dalam konstitusi Negara yaitu UUD 1945, yang didalamnya tertera secara gamblang tentang maksud dan tujuan terbentuknya Negara berserta tugas dan kewajibannya.

Maksud dan tujuan terbentuknya Negara adalah buka lain untuk menciptakan kesejahteraan,keadilan,kemakmuran dan rasa aman bagi masyarakatnya. Jadi tugas dan kewajiban Negara adalah mewujudkan maksud dan tujuan tersebut, tugas dan kewajiban Negara memang sangat berat, namun itulah fungsi dari terbentuknya Negara ini, untuk dapat mewujudkanya Negara harus mampu mengintepretasikan pedoman yang ia miliki ( UUD 1945 ) dalam menjalankan roda pemerintahanya, baik dalam membuat sebuah kebijakan nasional maupun dalam pembuatan Hukum-hukum dalam Negara dengan berpanduan  dan tanpa melenceng dari pedoman yang sudah ada. Bukan menjadi sebuah keniscayaan masyarakat Negara ini akan hidup makmur,sejahtera, dan terpenuhinya rasa aman dalam sendi-sendi kehidupanya. Namun semua hal itu mungkin hanya sebatas angan disiang bolong jika kita melihat kondisi masyarakat pada sekarang ini. Negara seakan-akan tak mempunyai daya upaya dalam menangani segala permasalahan kompleks yang terjadi di Negara ini, sementara masyarakat sangat mengharapakan Negara mampu menunaikan tugas dan kewajibanya kepada masyarakatnya, sesuai amant konstitusi Negara kita.

Kemakmuran,kesejahteraan mungkin masih seperti mimpi disiang bolong ,masih banyak masyarakat  hidup dalam keadaan yang memprihatinkan bahkan jauh dari kata layak. Seperti kita ketahui bersama dan juga telah banyak ditayangkan di berbagi media-media masa ternyata banyaknya kelalaian yang dilakukan oleh Negara sehingga banyak masyarakat yang telah terenggut kemerdekaanya oleh Negara. Sebuah contoh kecil dari sekian banyaknya kelalaian yang dilakukan oleh Negara, jika kita perhatikan masih banyak anak-anak dibawah umur yang notabenya adalah para penerus bangsa namun kemerdekaanya telah direnggut oleh Negara, direnggut dalam artian anak-anak dibawah umur yang seharusnya mengenyam pendidikan dibangku-bangku sekolah namun mereka tidak pernah menikmati apa yang dinamakan pendidikan itu tadi, bahkan merekapun tak pernah mengenal kata pendidikan,mereka dipaksa  mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Masa-masa kecil yang harusnya menjadi masa indah yang  dipenuhi bergai proses pembelajaran dan bermain telah hilang dari kehidupan mereka, yang ada hanya banyang-bayang hidup dalam kemiskinan. Hal ini membuktikan bahwa Negara telah merenggut kemerdekaan para penerus bangsa karena negar tidak mampu  memakmurkan dan mensejahterakan masyarakatnya, bahkan menjadi hal yang ironis ketika Negara menutup mata dan telinga akan hal tersebut, seharusnya Negara peka dan membuat sebuah kebijakan nasional guna menangani hal itu, namun ketika Negara sudah tidak mampu melaksanakan tugas dan kewajibanya , maka yang harus dipertanyakan adalah apalah guna Negara ini. . . .?


By : Galih Susanto
Read More →

Mampukah Indonesia Bertahan Melawan Upaya Jeratan Kaum Capitalis

Mampukah Indonesia Bertahan Melawan Upaya Jeratan Kaum Capitalis

Mampukah Indonesia Bertahan Melawan Upaya Jeratan Kaum Capitalis - Indonesia Negara yang multikultur,Negara dengan Suber Daya Alam yang sangat melimpah ruah, mulai dari mineral,gas,air sampai minyak bumi semua ada di negeri ini , Negara ini terbentuk bukan tanpa perjuangan melainkan melalui perjuangan yang tak kenal lelah para pahlawan bangsa melawan para penjajah demi merebut kemerdekaan bangsa Indonesia, sudah selayaknya kita sebagai bangsa yang besar harus mampu menghormati jasa para pahlawan dan terus memperjuangkan kemerdekaan Negara dari segala bentuk penjajahan, baik penjajahan dalam segi ekonomi. Sudah bukan menjadi hal yang aneh di era Globalisasi ini semua Negara berlomba-lomba menjadi Negara yang paling berkuasa di muka bumi, semua Negara secara perlahan tapi pasti mulai melakukan ekspansi ekonomi ke Negara lain, dengan cara menguasai Negara tersebut di bidang ekonomi, karena ketika perekonomian sudah dapat dikusai maka secara otomatis Negara tersebut sudah ada digenggaman. Perlu kita ketahui Negara ini adalah Negara berdaulat, selayaknya Negara yang berdaulat seharusnya negara menentukan nasibnya sendiri tapi kenyataan yang terjadi Negara tidak mampu menentukan masa depanya sendiri, masa depan Negara ini telah diatur sedemikian rupa oleh orang-orang capitalis, contoh yang konkret ketika isu naiknya harga minyak dunia, pemerintah langsung kalang-kabut menanggapi isu tersebut dan secara arogansi berencana menaikan harga BBM dinegara ini tanpa melalui pertimbangan-pertimbangan yang matang, pemerintah seakan-akan tak mempunyai daya dan upaya terkait hal tersebut dan secara sadar mengikuti rencana busuk kaum Capitalis untuk menyeret negara ini masu ke dimensi pasar bebas yang sengaja diciptakan oleh kaum-kaum capitalis, sudah selayaknya sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat Negara mampu melawan rencana-rencana kaum capitalis tersebut, karena sesuai dengan apa yang kita ketahui bersama bahwa rencana tersebut bukan lain adalah untuk menguasai perekonomian Negara ini dengan cara melemahkan campur tangan pemerintah dalam segala hal tanpa terkecuali ekonomi Negara.

Seperti kita ketahui jika kaum capitalis selalu berusaha masuk ke Negara-negara berkembang (Indonesia) melalui segala sector, dan jalan masuknya pun sangat beragam,mulai dengan berpura-pura memberikan pinjaman lunak tapi dibalik itu mereka memberikan syarat-syarat dalam memberikan pinjaman tadi (IMF,WB), mereka juga coba masuk melaui kebudayaan masyarakat , dan secara perlahan kebudayaan asli Negara ini akan menghilang ditelan kebudayaan kaum Capitalis (berpakaian tidak menutupi aurat) , tidak hanya itu , kaum Capitalis selalu berusaha menjadikan masyarakat kita menjadi masyarakat yang konsumtif, sehingga produk-produk mereka laku terjual dan dapat memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, belum lagi uasaha penguasaan sumber-sumber daya alam dan produksi yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak yang sudah mulai terjadi, dan pada akhirnya Negara atau bangsa ini akan menjadi Negara yang terjajah lagi, terjajah dalam segi ekonomi dan segi kebudayaan. Namun kita sadar dan yakini bahwa kita Negara yang berdaulat bisa melawan para kaum capital, kita tidak membutuhkan kaum Capitalis karena kita pada dasarnya adalah Negara yang kaya dalam segala hal , jadi mereka lah yang membutuhkan kita. Jika kita sadari dalam ideologi bangsa ini yaitu Pancasila terdapat banyak nilai-nilai luhur yang tersurat didalamnya, dan jika kita mampu memahaminya bukan menjadi sebuah keniscayaan bangsa/Negara ini dapat melawan para kaum Capitalis yang mencoba menjajah kita kembali. Namun nilai-nilai yang tersirat ataupun tersurat dalam Pancasila juga tidak akan menjadi apa-apa ketika Pemerintah tidak pernah mengimplementasikan nilai tersebut dalam proses penyelenggaraan Negara, apa lagi jika mereka-mereka yang mengatur Negara adalah antek-antek kaum capitalis, maka sudah dapat dipastikan kita akan menjadi negar jajahan kaum Capitalis .
Read More →

Negara Ku Dilema Terhadap Demokrasi dan Wakil Rakyat Menari-nari

Negara Demokrasi
Negara Demokrasi



NEGARA KU DILEMA TERHADAP DEMOKRASI DAN WAKIL RAKYAT MENARI-NARI

Negara ku adalah Negara yang indah, Negara ku adalah Negara yang merdeka, Negara ku terkenal dengan Negara yang subur alamnya, Negara ku negara Pancasila, Negara ku adalah Negara Indonesia.

Negara yang melindungi aku dari kehidupan yang nista ini. Dimana aku berdiri saat ini. Disinilah Negaraku, kemerdekaan Negara membuat rakyat bebas beraspirasi, karena Negaraku adalah Negara Demokrasi.


Lalu mengapa? mengapa? dan mengapa? rakyat seakan-akan sedih terhadap Demokrasi, tidak usahlah kalian dilema atau sedih, karena kita berada di Negara yang Demokrasi,dan kita mempunyai wakil-wakil yang mengaspirasikan suara kita (suara rakyat).

Seperti hujan deras yang turun ke Bumi ini dan membuat tanaman, pepohonan, dan rerumputan menjadi subur dan tumbuh sebebas bebasnya di alam ini, seperti itu juga Kemerdekaan Indonesia yang melahirkan Demokrasi dan membuat Partai-Partai Politik dan Wakil Rakyat tumbuh subur di Negara ini.


Tapi mengapa suara kita seakan-akan hanya terambang saja ditangan Wakil Rakyat? Apakah ini yang dikatakan Demokrasi? Lalu mengapa wakil-wakil kita (Wakil Rakyat) seakan-akan tidak memperjuangkan kesejahteraan kita, apakah mereka benar benar Wakil Rakyat? Atau mereka yang duduk di Parlemen adalah wakil bagi dirinya sendiri? Jika begitu siapa Wakil kita yang akan memperjuangkan apirasi rakyat demi tercipta kesejahteraan rakyat.

Negara ku Indonesia sedang dilema terhadap demokrasi dan wakil-wakil rakyat sedang menari-nari diatas kedilemaan rakyatnya


Penulis : Ramanda Ade Putra
Read More →